Hidayatullah.com – Penjajah ‘Israel’ membunuh kepala kepolisian Gaza, Kolonel Jamal Abu Kumeil, dengan sebuah serangan udara yang menghantam kendaraan yang ditumpanginya di Kota Gaza. Menambah panjang daftar polisi Palestina di Gaza yang dibunuh ‘Israel’.
Melansir Quds News Network pada Kamis (13/08/2026), Kementerian Dalam Negeri Gaza mengecam pembunuhan Jamal.
Kementerian menyebut pembunuhan terhadap para komandan dan petugas kepolisian semacam ini dilakukan ‘Israel’ untuk memicu kekacauan.
Pihak kementerian mendesak masyarakat internasional dan negara mediator untuk segera turun tangan menghentikan pembunuhan dan pelanggaran yang dilakukan ‘Israel’.
Pembunuhan Jamal terjadi di tengah meningkatnya tekanan terhadap Israel dari pihak mediator—termasuk Amerika Serikat—agar menghentikan serangan dan membiarkan gencatan senjata tetap berjalan.
Pejabat AS, termasuk Jared Kushner dan Steve Witkoff, bahkan menyimpulkan bahwa Netanyahu berupaya menyabotase kesepakatan dengan melancarkan serangan dan aksi pembunuhan, alih-alih melaksanakannya.
Mereka juga dilaporkan menyampaikan kekecewaan yang kian mendalam terhadap operasi ‘Israel’ yang mereka anggap sebagai pelanggaran gencatan senjata, bahkan ketika ‘Israel’ terus melancarkan serangan yang menewaskan warga Palestina hampir setiap hari.
Sejak gencatan senjata diberlakukan pada 10 Oktober 2025, ‘Israel’ telah membunuh lebih dari 1.250 warga Palestina dan melukai lebih dari 4.100 lainnya dalam serangkaian pelanggaran gencatan senjata yang terus-menerus—menurut data kementerian kesehatan Gaza—termasuk di antaranya warga sipil, serta personel kepolisian dan pertahanan sipil.*




