Hidayatullah.com – Ratusan pemukim ilegal Yahudi ‘Israel’ pada Kamis pagi menodai kesucian Masjidil Aqsha dengan melakukan ritual dan nyanyian provokatif di kompleksnya sementara warga Muslim dilarang masuk.
Menurut Al-Qastal News, sedikitnya 584 pemukim Yahudi memasuki kompleks masjid melalui Gerbang Al-Maghariba. Gerombolan tersebut kemudian berkeliling area pelataran masjid dan Qubah Al-Shakhrah, atau Dome of Rock di bawah pengawalan aparat ‘Israel’.
Sambil berkeliling, para rabi Yahudi menyampaikan ceramah kepada mereka sambil menyampaikan klaim seputar Kuil Gunung. Sementara sebagian lainnya secara provokatif menyanyikan lagu dan melantunkan doa-doa Talmud.
Hari Kamis ini merupakan awal bulan baru dalam kalender Ibrani. Aksi-aksi provokatif dan penyerbuan pemukim ilegal Yahudi ke kompleks masjid biasanya meningkat di hari-hari ini.
‘Israel’ secara sepihak mulai mengizinkan para pemukim untuk menerobos masuk ke kompleks masjid tersebut pada tahun 2003.
Sementara itu, polisi pendudukan ‘Israel’ memberlakukan pembatasan pergerakan dan akses masuk bagi jamaah Muslim di pintu serta gerbang Masjidil Aqsha, dan menghalangi banyak dari mereka untuk memasuki situs suci tersebut.
Masjidil Aqsha kerap mengalami penodaan dan penistaan setiap hari oleh pemukim Yahudi dan aparat kepolisian pada pagi dan sore hari, kecuali pada hari Jumat dan Sabtu.
Entitas Zionis menduduki Yerusalem Timur—tempat Masjidil Aqsha berada—dalam Perang Arab-Israel tahun 1967. ‘Israel’ kemudian menganeksasi seluruh wilayah kota tersebut pada tahun 1980, sebuah langkah yang tidak pernah diakui oleh komunitas internasional.*




