Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Lima Strategi PBNU untuk Wujudkan Pesantren Aman

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 14 Agustus 2026 08:55 8:55 am
Nashirul Haq
Dipublikasikan 14 Agustus 2026 08:55
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyiapkan sejumlah strategi sebagai langkah pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan pesantren.

Daftar isi
  • Kekhawatiran terhadap pesantren
  • Apa itu SAKA Pesantren PBNU?
          • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Hal tersebut disampaikan Alissa Wahid, yang memimpin Satuan Anti Kekerasan di Pesantren (SAKA Pesantren) PBNU, dalam pelatihan pengasuh pesantren Gerakan Nasional “Pesantrenku Aman” Roadshow ke-23 yang digelar di Ma’had Al-Qalam MAN 2 Kota Malang, Jawa Timur, Rabu (12/08/2026).

Pertama, membangun komitmen para pengasuh pesantren sebagai fondasi utama dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang terlindungi dari berbagai bentuk kekerasan. Kedua, mendorong pendekatan pengasuhan yang berbasis kemaslahatan santri. Pengasuhan tidak semata-mata diarahkan pada kedisiplinan, tetapi juga memastikan keselamatan, kenyamanan, dan tumbuh kembang santri.

Ketiga, membentuk dan memperkuat satuan tugas (satgas) Pesantren Aman. Satgas diharapkan menjadi bagian dari sistem pencegahan sekaligus respons terhadap persoalan kekerasan yang terjadi di lingkungan pesantren.

Keempat, mengembangkan lingkungan, infrastruktur, dan saluran pengaduan yang aman. Menurut Alissa, sistem pengaduan menjadi bagian penting agar santri maupun warga pesantren memiliki ruang yang aman untuk menyampaikan persoalan yang dialami.

Baca Juga

Siti Hasmah Mohamad Ali, Istri Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100
Timnas Irlandia Tolak Jabat Tangan dengan ‘Israel’ sebelum Libas Tiga Gol Tanpa Balas
Iran Klaim Tangkap Drone Bawah Laut Amerika di Selat Hormuz
Warga Maroko di Belasan Kota Gelar Demo Tolak Normalisasi Pemerintahnya dengan ‘Israel’
Drone ‘Israel’ Meledak, Tewaskan Dua Tentaranya Sendiri

Kelima, memperkuat partisipasi dan budaya pesantren aman. Upaya perlindungan tidak dapat hanya dibebankan kepada pengasuh atau pengurus, tetapi perlu menjadi kesadaran bersama seluruh warga pesantren.

Kekhawatiran terhadap pesantren

Menurut Alissa, isu kekerasan merupakan perhatian serius karena dapat memunculkan kekhawatiran masyarakat terhadap pesantren. Dari data yang dipaparkan Alissa, kekhawatiran masyarakat MUslim ketika di pesantren adalah kekerasan, perundungan serta pelecehan.

“Jadi, memang kita darurat persoalan kekerasan, gitu, termasuk juga di pesantren,” kata Alissa, dikutip NU Online.

Pesantren pada dasarnya sebenarnya sama seperti dengan lembaga pendidikan berasama lain. Yang membedakan, imbuhnya, adalah kekuatan komunitas dan organisasi yang dapat menjadi modal pencegahan dan penanganan bersama.

“Kalau pesantren, apalagi di lingkungan NU, itu jumlahnya besar, ada asosiasinya. Karena itu, kita mengerjakannya bersama-sama,” tandasnya.

Ia menegaskan, upaya membangun pesantren aman tidak boleh menunggu hingga persoalan kekerasan menjadi semakin kompleks. Karena itu, PBNU mendorong para pengasuh pesantren untuk mulai melakukan langkah konkret melalui penguatan sistem perlindungan di lingkungan pesantren.

Apa itu SAKA Pesantren PBNU?

SAKA Pesantren adalah satuan (Satuan Anti Kekerasan di Pesantren Pengurus Besar Nahdlatul Ulama) adalah satuan kerja khusus yang dibentuk oleh PBNU pada tahun 2024 untuk mencegah, mengawal, dan menanggulangi kasus kekerasan—terutama kekerasan seksual—di lingkungan pondok pesantren.

Unit tersebut memiliki sejumlah fungsi dan peran utama yakni pencegahan dini, yang dilakukan dengan menggelar pelatihan, peningkatan kualitas musyrif dan musyrifah serta menginisiasi program “Pesantrenku Aman”.

Kemudian pengawalan hukum dengan mengawal dan mendampingi penyelesaian kasus kekerasan atau pelecehan yang melibatkan oknum di lingkungan pesantren.

Uni ini berkoordinasi Rabitha Ma’ahid Islamiyah (RMI) PBNU serta jaringan struktur NU di wilayah daerah.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:kekerasanPBNUpelecehan seksualpesantrenSAKA Pesantren
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya RMI PBNU: Jangan Tutup-tutupi Kekerasan di Pesantren
Tulisan selanjutnya ‘Israel’ Kembali Langgar Gencatan Senjata, Bunuh Kepala Polisi Gaza

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Uni Eropa Bendera
Berita

Uni Eropa Menghadapi Krisis Harga Energi

Berita
26 September 2026 14:23
Gemini AI Milik Google Bisa Melakukan Serangan Siber, Menebak Kata Sandi
Arab Saudi Bantah Pejabat Iraq Perihal Pembelian 25 Tanker Minyak dan Dampaknya
PBB Identifikasi 214 Perusahaan Berkaitan dengan Pemukiman Ilegal Yahudi Israel
Saudi Jatuhkan 2 Drone dan 2 Misil Houthi

Terbaru

  • Siti Hasmah Mohamad Ali, Istri Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100
  • Timnas Irlandia Tolak Jabat Tangan dengan ‘Israel’ sebelum Libas Tiga Gol Tanpa Balas
  • Iran Klaim Tangkap Drone Bawah Laut Amerika di Selat Hormuz
  • Warga Maroko di Belasan Kota Gelar Demo Tolak Normalisasi Pemerintahnya dengan ‘Israel’
  • Drone ‘Israel’ Meledak, Tewaskan Dua Tentaranya Sendiri
  • Uganda Tangguhkan Kerja Sama Militer dengan Turki Terkait Ekstradisi Pengkritik Presiden Museveni
  • Presiden Brazil Teken Larangan Judi Online
  • Pemerintah Italia Setuju Larangan Burqa dan Niqab, Serta Pembatasan Siswa Asing
  • Pos Polisi Pakistan Dibom Sedikitnya 11 Nyawa Melayang
  • Orang Terkaya Afrika Bantu Pembangunan Jaringan Pipa BBM antara Ethiopia dan Djibouti

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Uganda Tangguhkan Kerja Sama Militer dengan Turki Terkait Ekstradisi Pengkritik Presiden Museveni

27 September 2026 16:44
Berita

Presiden Brazil Teken Larangan Judi Online

27 September 2026 10:23
Berita

Pemerintah Italia Setuju Larangan Burqa dan Niqab, Serta Pembatasan Siswa Asing

27 September 2026 09:31
Berita

Pos Polisi Pakistan Dibom Sedikitnya 11 Nyawa Melayang

27 September 2026 09:26
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?