Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

AHWA Tetapkan KH. Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU 2026–2031

Ahmad
Terakhir diupdate: 31 Agustus 2026 06:09 6:09 am
Ahmad
Dipublikasikan 31 Agustus 2026 06:08
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com— Forum Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama secara mufakat menetapkan Kiai Haji Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmat 2026–2031, Ahad (30/8/2026) malam.

Keputusan tersebut diambil melalui musyawarah tertutup yang berlangsung di Gedung Serbaguna K.H. Wahab Hasbullah, kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. Rapat berlangsung sekitar pukul 21.00 hingga 22.00 WIB.

“Setelah melakukan musyawarah tertutup anggota Ahlul Halli Wal Aqdi secara mufakat memutuskan bahwa nama Kiai Haji Miftahul Akhyar dipilih menjadi Rais Am Pengurus Besar Nahdlatul Ulama masa khidmat 2026–2031,” kata perwakilan AHWA, K.H. Anwar Iskandar, saat menyampaikan hasil musyawarah di Jombang.

Dalam keterangannya, Anwar menjelaskan musyawarah tersebut diikuti sembilan anggota AHWA. Rapat dibuka oleh K.H. Nurul Huda Jazuli dan dipimpin oleh Miftachul Akhyar yang sebelumnya menjabat sebagai Rais Aam PBNU.

Mekanisme yang digunakan adalah musyawarah mufakat. Dalam berita acara yang dibacakan setelah rapat, mekanisme tersebut disebut sejalan dengan prinsip musyawarah dalam ajaran Islam, termasuk perintah untuk bermusyawarah, serta nilai “kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan” dalam sila keempat Pancasila.

Baca Juga

Mayat Hanyut Hingga ke India, Korban Jiwa Banjir Nepal-China 750 dan >3.000 Orang Hilang
Sembunyikan Pisau di Kaos Kaki Pria Indonesia Terancam Hukuman Cambuk di Singapura
Wali Kota Berlin Bilang Hacker Meretas Sistem dan Mencuri Data Ibu Kota Jerman
Laporan: 370 Anak-Anak Palestina Masih Ditahan di Penjara ‘Israel’
Erdogan Serukan Persatuan Dunia Islam dalam Perayaan Maulid di Istanbul

Hasil musyawarah kemudian dituangkan dalam berita acara Musyawarah AHWA Muktamar ke-35 NU. Keputusan itu menjadi salah satu tahapan penting dalam rangkaian Muktamar ke-35 yang digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.

Para anggota AHWA yang tercantum dalam berita acara antara lain K.H. Nurul Huda Jazuli, K.H. Fahruddin HS, K.H. Afifuddin Muhajir, K.H. Anwar Manshur, K.H. Said Aqil Siradj, Tengku K.H. Nuruzzahri Yahya, K.H. Miftachul Akhyar, K.H. Muhammad Anwar Iskandar, dan K.H. Abun Bunyamin.

Selain menetapkan Rais Aam, forum AHWA memberikan amanah khusus kepada Miftachul Akhyar untuk merangkul seluruh potensi yang ada di tubuh NU. Para anggota AHWA menekankan pentingnya melibatkan berbagai kelompok dan pihak dalam organisasi, termasuk mereka yang sebelumnya berada dalam dinamika internal NU.

“Pesan daripada Ahlul Halli Wal Aqdi kepada Rais Am terpilih untuk mengajak potensi-potensi yang ada di dalam Nahdlatul Ulama dalam bentuk apa pun untuk ke depan bersama-sama merawat dan mengurus Nahdlatul Ulama,” ujar Anwar.

Ia menegaskan bahwa latar belakang maupun posisi seseorang dalam dinamika organisasi sebelumnya tidak semestinya menjadi penghalang untuk bekerja bersama.

“Sehingga apa pun latar belakang sebelumnya dalam dinamika organisasi ini nanti semuanya akan kita ajak,” katanya.

Pemilihan Ketua Umum PBNU Berlanjut

Setelah penetapan Rais Aam, rangkaian Muktamar ke-35 NU masih berlanjut pada proses pemilihan Ketua Umum PBNU.

Sesuai mekanisme yang telah disepakati, nama-nama calon Ketua Umum PBNU akan disetorkan oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU), serta Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU). Nama-nama tersebut selanjutnya akan dibahas dalam forum AHWA.

Salah satu ketentuan dalam proses tersebut, calon Ketua Umum PBNU harus terlebih dahulu memperoleh persetujuan tertulis dari Rais Aam terpilih, Miftachul Akhyar. Dengan demikian, penetapan Rais Aam melalui AHWA menjadi bagian penting dalam menentukan tahapan berikutnya menuju pembentukan kepengurusan PBNU masa khidmat 2026–2031.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Ahlul Halli Wal 'AqdiAHWAHeadlineKH Miftachul AkhyarMuktamar ke-35 NUNahdlatul UlamaPBNUPengurus Besar Nahdlatul UlamaRais Aam
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mayat Hanyut Hingga ke India, Korban Jiwa Banjir Nepal-China 750 dan >3.000 Orang Hilang

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki Luncurkan Atlas Sejarah Islam Digital, Rekam Berbagai Peradaban Selama 1.300 Tahun

Berita
27 Agustus 2026 15:03
Mengapa Kolombia Ingin Pulihkan Hubungan dengan ‘Israel’?
Sering Rugikan Pabrik Senjata ‘Israel’, Palestine Action Ditetapkan AS sebagai “Kelompok Teroris”
‘Israel’ Tetap Ikut Eurovision, Belanda Kembali Pilih Boikot
Resmi Gabung Angkatan Darat Suriah, YPG Umumkan Pembubaran Diri

Terbaru

  • AHWA Tetapkan KH. Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU 2026–2031
  • Mayat Hanyut Hingga ke India, Korban Jiwa Banjir Nepal-China 750 dan >3.000 Orang Hilang
  • Sembunyikan Pisau di Kaos Kaki Pria Indonesia Terancam Hukuman Cambuk di Singapura
  • Wali Kota Berlin Bilang Hacker Meretas Sistem dan Mencuri Data Ibu Kota Jerman
  • Laporan: 370 Anak-Anak Palestina Masih Ditahan di Penjara ‘Israel’
  • Erdogan Serukan Persatuan Dunia Islam dalam Perayaan Maulid di Istanbul
  • 10 Ribu Porsi Bakso untuk Ukhuwah di Muktamar NU
  • Genosida Rwanda: Pengadilan Belanda Penjarakan Seorang Tersangka Seumur Hidup
  • Suriah Angkat Pemimpin YPG Jadi Penasihat Kepresidenan
  • ‘Israel’ Persenjatai Geng Kriminal untuk Rampok dan Usir Warga Palestina di Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Genosida Rwanda: Pengadilan Belanda Penjarakan Seorang Tersangka Seumur Hidup

29 Agustus 2026 09:56
Berita

Suriah Angkat Pemimpin YPG Jadi Penasihat Kepresidenan

29 Agustus 2026 09:20
Berita

‘Israel’ Persenjatai Geng Kriminal untuk Rampok dan Usir Warga Palestina di Gaza

29 Agustus 2026 08:29
Berita

Bahtsul Masail Qanuniyah Muktamar ke-35 NU akan Bahas RUU Perampasan Aset

28 Agustus 2026 12:20
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?