Hidayatullah.com – Menyambut Hari Raya Idul Adha 1445 Hijriah, Badan Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah (BMH) menggelar konferensi pers bertajuk “Qurban Tanpa Batas, Bahagia dengan Berqurban”.
Direktur Utama BMH, Supendi mengungkapkan tema itu bertujuan menebar kebahagiaan dan berbagi kepada sesama terutama bagi masyarakat pedalaman, pesisir, terpencil hingga lintas negara.
“Melalui program ini BMH mengajak kaum muslimin di Indonesia untuk berpartisipasi dalam ibadah mulia ini dan merasakan kebahagiaan dalam berbagi. Kurban tidak hanya menjadi bentuk ibadah, tetapi juga kesempatan untuk meringankan beban saudara-saudara kita yang kurang mampu,” ujar Supendi dalam konpres di Kopi Bangi Jakarta, Kamis (30/05/2024).
Supendi melanjutkan, BMH memiliki pengalaman 20 tahun lebih dalam menjalankan program kurban. Karena itulah ia memastikan proses penyembelihan dan pendistribusian hewan kurban dilakukan dengan profesional, aman, dan higienis, serta tepat sasaran kepada yang membutuhkan. “Tahun ini, BMH menargetkan penyembelihan dan pendistribusian hewan kurban sebanyak 14.000 ekor, baik di dalam maupun luar negeri,”tuturnya.
Lebih lanjut, BMH kata Supendi juga terus menguatkan tiga aspek keunggulan yang selama ini telah dijalankan kecepatan, ketepatan, dan multimanfaat.
Supendi menerangkan, aspek kecepatan mencakup pemerataan pendistribusian dengan bersinergi dengan mitra BMH dalam dan luar negeri. Aspek ketepatan meliputi pemilihan daerah menyasar kawasan rentan daerah seperti saudara muslim kita di Afrika dan Asia yang mengalami kesulitan pangan. Adapun aspek multimanfaat, program ini tentu akan menguatkan dakwah dai-dai yang membina suku pedalaman, terasing sampai para mualaf.
Libatkan Dai Tangguh
Sementara itu, Kepala Departemen Prodaya BMH Syamsuddin mengatakan pendistribsuikan hewan qurban ke berbagai titik di pedalaman melibatkan Dai Tangguh yang menjadi binaan BMH tersebar di 35 provinsi.
Syamsudin membeberkan paling tidak ada empat poin impak berkurban melalui BMH. Pertama, meningkatkan kualitas gizi penerima manfaat. Sebab, sebaran hewan kurban menyasar daerah rentan yang sangat membutuhkan bantuan nutrisi gizi hewani. Kedua, menguatkan persaudaraan. “Sebagai wadah silaturahim sesama anak bangsa. Program ini turut menguatkan dakwah para dai juga sekaligus mengukuhkan iman para mualaf,” ungkap Syamsudin.
Ketiga, memberdayakan peternak lokal. Hal ini sejalan dengan beberapa lumbung ternak milik warga yang bekerjasama dengan BMH melalui dai yang bertugas disana. “Para Dai aktif bersosialisasi dengan jamaahnya. Jadi mereka semua mitra BMH dalam program ini,” jelasnya.
Poin empat ialah membahagiakan. Spiritnya adalah bagaimana kurban di BMH ini memberikan pengalaman baru yang membahagiakan bagi yang berkurban, bahagia bagi penerima kurbannya. Juga bagi teman-teman relawan,” ungkap Syamsudin.
Dalam kesempatan tersebut, influenser kebaikan BMH Dik Doang. “Tema bahagia dengan Berqurban ini ajaib sekali,” ungkap Dik Doang yang memilki nama asli Raden Rizki Mulyawan Kartanegara Hayang Denada Kusuma.
Ia berkelakar kebahagiaan setiap orang berbeda beda namun sejatinya sumber pemilik kebahagiaan adalah Tuhan yang Maha Esa. “Setiap orang dengan beragam penampilan dan eksistensi diri melalui media sosial nampak tampil bahagia namun bahagia sesungguhnya adalah bersyukur pada Allah. Nah, diantara bentuk syukur kita berbagi dengan berkurban,” kata Dik Doang.
Adapun Kepala Humas BMH Imam Nawawi menguatkan BMH adalah organisasi filantropi yang bergerak di bidang sosial, pendidikan dakwah, ekonomi dan kemanusiaan. BMH didirikan pada tahun 2000 dan telah memiliki jaringan di 35 provinsi.
“BMH fokus pada program-program pemberdayaan masyarakat, kemanusiaan, dan edukasi dalam payung besar program dakwah dan pendidikan,”ungkap Mas Imam sapaan akrabnya.