Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Filantropi

TPQ di Pelosok Flores Mendapat Bantuan al-Quran

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 31 Agustus 2021 08:45 8:45 am
Insan Kamil
Dipublikasikan 30 Agustus 2021 23:09
Bagikan
TPQ di Masjid Ar Rahman Marotauk,Sambinasi Barat, Riung, Kab. Ngada.
Bagikan

PENYALURAN al-Quran yang dilakukan Yayasan Wakaf Al Qur’an Suara Hidayatullah (YAWASH) kali ini ditujukan ke masyarakat muslim yang berada di beberapa desa Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kabupaten Ngada berada di Pulau Flores bersama tujuh kabupaten lainnya, yakni Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur, Nagekeo, Ende, Sikka, dan Flores Timur.

Letak Kabupaten Ngada berada di tengah Pulau Flores, dengan batas utara Laut Flores dan selatan Laut Sawu. Di sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Nagekeo dan sebelah barat oleh Kabupaten Manggarai Timur.

Lokasi penyaluran al-Quran dari YAWASH sementara ini ditujukan ke empat desa saling berdekatan di Kecamatan Riung, yakni Desa Latung, Desa Sambinasi Induk, Desa Sambinasi Tengah, dan Desa Sambinasi Barat. Penyaluran ditujukan ke satu masjid yang menyelenggarakan Taman Pendidikan al-Quran, yakni kegiatan vital di suatu tempat yang masyarakatnya sangat membutuhkan pengajaran al-Quran. Masing-masing masjid itu Masjid Al Jihad Mbarungkeli (Desa Latung), Masjid Suhada Damu (Sambinasi Induk), Masjid Al Akbar Ruki (Sambinasi Tengah), dan Masjid Ar Rahman Marotauk (Sambinasi Barat).

“Khusus untuk desa-desa itu mayoritas masyarakatnya muslim, tetapi kegiatan dan sarana pengajaran keagamaan untuk mereka masih kurang. Hal ini disebabkan minimnya tenaga pengajar agama dan sarana pengajaran,” kata Nurdin Potok, dai di Sambinasi Barat. Muara dari semua itu disebabkan rendahnya kemampuan sumber daya manusia di sejumlah desa.

Nurdin menyebutkan, umumnya tingkat kehidupan masyarakat di Desa Latung, Sambinasi Induk, Sambinasi Tengah, Desa Sambinasi Barat, tergolong rendah. Mayoritas masyarakat hidup dari kegiatan pertanian dan penangkapan ikan.

Baca Juga

Wakaf Al-Qur’an: Hadiah Terindah Untuk Santri di Aceh Tamiang
Penyaluran Hewan Qurban di Dunia Islam sudah Tepat Sasaran 
Dai Pedalaman Ini Raih Gelar Sarjana, Perkuat Dakwah di Wajo
BMH Resmikan Sumur Bor di Muara Gembong
BMH Terima Dua Penghargaan Bergengsi di Ajang IFA 2024

Hasil dari kegiatan pertanian yang berupa sawah dan berladang seperti menanam palawija dan jagung, hanya cukup dikonsumsi sendiri. Hasil yang sudah diperoleh dari panen akan disimpan untuk dikonsumsi untuk masa panen berikutnya. Sementara dari hasil penangkapan ikan diperoleh dengan cara memancing. Hanya segelintir orang memiliki sarana semacam pukat.

“Khusus untuk ikan hasil pancing masyarakat ditampung oleh penadah, kemudian dijual ke desa dan masyarakat yang berada di pegunungan,” jelas Nurdin. Karena ikan-ikan itu hanya diperoleh dari hasil memancing, maka pendapatan yang diperoleh masyarakat pun minim.

Potret kehidupan masyarakat ini juga bisa digambarkan dari fasilitas yang ada di desa. Umumnya jalan-jalan belum beraspal. Masih berupa sirtu yang dipadatkan. Jarak desa menuju pusat kecamatan berkisar belasan kilometer, sementara jarak desa menuju kota kabupaten (Bajawa) sekitar 90 km.

Secara umum kondisi masyarakat di Desa Latung, Sambinasi Induk, Sambinasi Tengah, Desa Sambinasi Barat yang relatif berada di pelosok, juga dapat diketahui dari kondisi sosial ekonomi penduduk Kabupaten Ngada. Dari data Badan Pusat Statistik Kabupaten Ngada, Angka Partisipasi Murni (APM), yakni persentase jumlah anak pada kelompok usia tertentu yang sedang bersekolah pada jenjang pendidikan yang sesuai dengan usianya sebagai berikut: tingkat SD 97,96%, SLTP 59,25%, SLTA 55,44%, dan PT 10,87%.

Dari sini dapat diketahui, semakin tinggi jenjang pendidikan, kian rendah angka partisipasinya. Banyak lulusan SD tidak melanjutkan ke tingkat SLTP, serta banyak lulusan SLTA tidak melanjutkan ke perguruan tinggi. Rendahnya partisipasi sekolah pada jenjang pendidikan lebih tinggi ini antara lain disebabkan masih rendahnya jangkauan dan akses pada jenjang pendidikan tersebut, serta faktor kemiskinan. Biaya sekolah yang tinggi menjadi penyebab rendahnya partisipasi sekolah masyarakat.

Di samping itu terdapat kendala lain bagi masyarakat dalam menjalankan proses belajar mengajar, yakni minimnya sarana penerangan. Di sejumlah desa masih menggunakan solarcell (pembangkit listrik dengan menggunakan sinar matahari) dan pembangkit diesel. Aliran listrik diesel dinikmati masyarakat dari pukul 18.00 sampai 22.00, sementara solarcell dari 18.00 sampai tengah malam.

“Karena faktor kendala penerangan ini, kami mengadakan halaqah al-Quran anak-anak dan masyarakat setelah shalat Dhuhur,” jelas Nurdin. Dai kelahiran desa setempat ini menyebutkan, pada waktu itu anak-anak peserta TPQ juga sudah menyelesaikan sekolah formalnya.

Sebelum ini sarana al-Quran dan buku Iqro’ untuk pengajaran agama masih kurang. Sarana yang sudah ada itu diperoleh dari Kupang. Di pihak masyarakat pun tidak sepenuhnya dapat memenuhi sarana al-Quran secara mandiri. “Alhamdulillah sekarang kami mendapat kiriman 250 al-Quran dari YAWASH,” sebut Nurdin.

Ia mengatakan, saat ini dirinya sangat mementingkan pengajaran al-Quran dan agama untuk anak-anak di desanya. Di samping akan menjadi kebutuhan utama untuk kehidupan mereka kelak, juga agar masyarakat di desa-desa Kecamatan Riung tidak sama sekali buta dalam pendidikan. “Kalau dalam pendidikan formal anak-anak mungkin belum bisa mendapatkan secara maksimal, dalam pendidikan agama ini kami akan mengupayakan mereka bisa mendapatkan secara maksimal,” katanya.

Untuk yang akan datang YAWASH (Yayasan Wakaf Al Quran Suara Hidayatulah) sedang mengkaji beberapa desa di Kec. Elar, Kab. Manggarai Timur guna penyaluran al-Quran. Dalam pengamatan awal, sejumlah tempat di desa ini masih minim sarana pengajaran al-Quran. Mudah-mudahan kebutuhan yang diharapkan masyarakat di desa-desa tersebut bisa dipenuhi.*/Informasi selanjutnya: http://sejutaquran.org/

wakaf-alquran

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:filantropiNgada-Floreswakaf al-Quranwakaf sejuta quran
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya perang taliban 100 Negara Mengutip Sumpah Taliban untuk Mengizinkan Perjalanan Keluar dari Afghanistan Lanjutan
Tulisan selanjutnya menjenguk orang sakit Tidak Sekedar Menjenguk si Sakit

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Berita
2 Juni 2026 17:20
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Filantropi

Laznas BMH dan iBantu Luncurkan Platform Crowdfunding Berbasis Blockchain

29 November 2024 00:03
Filantropi

BMH Bekali Amil Prodaya Kemampuan Menulis untuk Raih Kepercayaan Umat

24 Oktober 2024 18:35
Filantropi

Menembus Lautan, Merajut Ukhuwah: Menyapa Mualaf Suku Laut di Selat Kongki

11 Oktober 2024 05:29
Filantropi

Senyum Bahagia Santri Terpancar dengan Realisasi Sumur Bor BMH di Ponorogo

7 Juni 2024 11:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?