Hidayatullah.com–Minggu lalu, kaum Muslim Kota Kupang dan sekitarnya berbondong-bondong menuju lapangan milik angkatan udara, tepatnya di Lapangan Angkatan Udara Penfui, Kota Kupang.
Mereka bukan berdemo namun menghadi acara Zikir dan Tabligh Akbar. Acara yang diselenggarakan oleh Forum Umat Islam Kota Kupang kerja sama dengan Angkatan Udara dan majlis Taklim se-Kota Kupang dimeriahkan dengan nasyid dan bazar mengangkat tema “Dengan Silaturahmi Mempererat Hubungan Antar Sesama Umat di Nusa Tenggara Timur”.
Hadir dalam kegiatan Danrem TNI 161 Wirasakti NTT, Komandan Angkatan Laut NTT, Komandan Angkatan Udara NTT, Kapolda NTT, Wali Kota Kupang, Forum Silaturahmi Umat Islam Kota Kupang, Tokoh Agama dan Kaum Muslimin Kota Kupang.
Acara ini menghadirkan Ustad Khosi’in Khoiri (Mojokerto) dan Ustad Wijayanto (Jogjakarta). Jama’ah yang hadir telah menunggu lama dari sore hari menanti kedatangan dua dai namun belum juga muncul.
Dalam lantunan zikir tampak diantara jama’ah ada yang menangis mengikuti lantunan doa Ustad Khoiri. Dalam pesan zikir yang disampaikan Khoiri mengajak setiap detik waktu dilalui senantiasa dibasahi dengan menyebut asma Allah sebanyak-banyaknya agar hidup ini selalu bernilai ibadah.
Selepas zikir jama’ah menunaikan shalat Isya di lapangan milik Angkatan Udara ini. Usai menunaikan shalat dilanjutkan ceramah Ustad Wijayanto. Dalam tausiahnya ia menyampaikan pentingnya hubungan hablum min nannas dan hablum min nallah. Ia memberikan contoh, Kalau hubungan antar sesama itu ibarat isra’ sedangkan hubungan dengan Allah itu diibaratkan kita mi’raj.
“Jadi ketika mau menolong orang jangan lihat agamanya, rasnya, sukunya, kulitnya, partainya, ormasnya, atau negaranya. Keburu orang itu meninggal tidak sempat kita menolong, karna masih ada pertanyaan yang ditanyakan kepada orang yang ditolong,” ujarnya.
Saat akan menutup ceramahnya, ia berpesan untuk memasuki bulan suci Ramadhan dengan mempersiapkan segala sesuatunya. Diantaranya, tempat ibadah shalat yaitu masjid dibersihkan, bila perlu dicat kembali sehingga saat ibadah i’tikaf di masjid terasa nyaman. Sedeqah, infaq, zakat senantiasa ditunaikan, Qiyamulail jangan sampai ditinggalkan.*/Aidil (Kupang)