Hidayatullah.com–Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan secara resmi mengadakan kunjungan diplomatic dan menjadi tamu istimewa yang membuka secara resmi pula Doha International Book Fair ke 26 pada 2 Desember yang lalu.
Pameran Buku internasional ini sendiri akan diadakan di Qatar National Convention Center (yang merupakan salah satu lokasi pertemuan internasional yang terbesar di Timur Tengah) dan berlangsung selama 10 hari sampai 12 Desember.
Pada tahun ini, Republik Turki merupakan “tamu kehormatan” bagi Qatar dalam bidang kebudayaan dan pendidikan.
Sheikh Tamim dan Presiden Erdogan dalam kunjungan tahun 2014 lalu.
Dalam pameran ini, tidak kurang dari ribuan penerbit dari belasan negara Arab dan Timur Tengah akan memamerkan dan menjual puluhan ribu judul buku dalam berbagai bahasa.
Sebagaimana dikutip Qatar News Agency, sebagian besar buku di pameran ini ditulis dalam bahasa Arab, namun mulai terdapat pengingkatan untuk buku-buku berbahasa Inggris dalam beberapa tahun belakangan.
Selain buku-buku baru dan bekas, stand-stand pameran juga menjual naskah kuno, peta, elektronik, teks-teks agama, judul anak-anak dan barang-barang lainnya, dan ada daerah anak-anak dan pembicaraan buku.
Pameran buku tahun ini akan menampilkan 427 penerbit dari negara-negara seperti Yordania, Suriah, Lebanon, Mesir, Qatar, Inggris, UEA, Turki, India, Kuwait, Arab Saudi, Jerman, Sudan, Oman, Palestina, Swedia, Aljazair, Iran, Libya, Malaysia, Maroko, Bahrain, Belanda, Amerika Serikat dan Kanada sebagaimana dikabarkan oleh penerbit.
Kehadiran Presiden Erdogan di Qatar sendiri selain untuk membuka secara resmi Pameran Buku International ini juga untuk menandatangani berbagai perjanjian ekonomi, komersial dan pendidikan yang berhubungan dengan Qatar, demikian dikutip Dohanews.*/Ady C. Effendy