Hidayatullah.com– Alhamdulillah. Senin, di Hari Raya Idul Adha, 10 Dzulhijjah 1437 H (12/09/2016), dilakukan pemotongan dan penyaluran daging hewan qurban di Kampung Long Melaham, Kecamatan Long Bagun, Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur (Kaltim).
Rasa haru dan bahagia dirasakan semua warga Muslim dan mualaf di kampung ini, setelah 11 tahun tak menikmati hewan qurban. Mereka rata-rata masuk Islam dalam kurun waktu 10 tahun ke belakang.
Yang menerima pembagian daging qurban ini sebanyak 83 kepala keluarga (KK) Muslim dan 25 KK non-Muslim –tokoh masyarakat setempat.
Sebanyak 5 ekor hewan diqurbankan di sini. Tiga ekor kambing dari Akhrid (pegawai dinas pertambangan dan energi Provinsi Kalimantan Utara/Kaltara), Erni Genda (pejabat di kejaksaan negeri Malinau, Kaltara), dan Jefry Paat (orangtua siswa di SITH Karang Bugis, Balikpapan). Kemudian 2 ekor sapi masing-masing dari BMH dan IMS.
Sebelumnya, pada tahun 2005, sedikit dari mereka sempat kebagian sapi qurban, itu pun katanya sapinya kurus dan cuma 1 ekor.
Masyarakat Muslim setempat hidup bersama umat non-Muslim di pedalaman Kaltim ini, menjadi minoritas di tengah-tengah kaum Nasrani/Katolik. Sementara anjing dan babi adalah pemandangan yang biasa di depan mata umat Islam.
Kehidupan warga Muslim di sini rata-rata berladang. Secara sosial ekonomi, pendapatan mereka berada di bawah rata-rata.
Mualaf Murtad
Untuk diketahui, Mahakam Ulu adalah kabupaten termuda di Kaltim, baru dimekarkan 4 tahun lalu.
Akses transportasi masyarakat pun masih tergantung dengan sungai dan anak Sungai Mahakam. Akses jalan darat masih didominasi dengan jalanan penuh lumpur, kerikil, dan tanah liat. Belum ada pengerasan jalan.
Umat Islam di sini kekurangan dai yang mau terjun bebas di medan dakwah, karena kawasan ini termasuk pedalaman dan perbatasan. Ironisnya, beberapa mualaf kembali ke agama lamanya dikarenakan kurangnya pembinaan aqidah islamiyah.
Pun untuk pendidikan masih didominasi sekolah negeri dan sekolah di bawah lembaga non-Muslim. Belum ada lembaga pendidikan Islam seperti madrasah ataupun pondok pesantren yang mumpuni.
Karena itulah, lembaga dakwah dan sosial sudah hadir di Mahakam Ulu guna mengakomodasi kebutuhan pengembangan pendidikan, sosial, dan dakwah, serta pembinaan dan pemberdayaan umat di sini.
Saat ini dalam proses pembebasan lahan seluas 4 hektar untuk pendirian Pondok Pesantren Hidayatullah Mahakam Ulu.
Amanah dan Pilihan
Membina Muslim dan mualaf adalah amanah dan pilihan. Semangat membangun peradaban Islam adalah sebuah cita-cita. Itulah coretan status 4 Da’i Tangguh di Mahakam Ulu.
Alhamdulillah! Saat ini lembaga itu sudah mulai menancapkan dakwahnya di tengah-tengah para Muslim dan mualaf setempat. Kampung Long Melaham pun menjadi markasnya, dengan sebuah rumah kontrakan satu kamar tidur, dapur, ruang tamu, dan tak berkamar mandi.
“Terima kasih kepada seluruh teman-teman yang telah membantu kelancaran usaha mencari sapi dan kambing (qurban) buat saudara-saudara kami di pedalaman dan perbatasan negeri,” komentar Tobing, pelajar lulusan SMK Lukman Al-Hakim Samarinda yang mengabdikan dirinya di Long Melaham.
Muslimin Long Melaham berharap agar tahun depan dan secara berkelanjutan tetap ada penyaluran qurban di sini. Kalau bukan karena daging qurban, katanya mereka nggak pernah makan daging.
“Mantap dan luar biasa qurban ini. Semoga bisa segera berdiri Pesantren Hidayatullah, soalnya di Mahakam Ulu belum ada pesantren atau pun sekolah Islam,” ujar Hasan, warga setempat.
Masih sangat dibutuhkan kepedulian sesama Muslim termasuk dalam penyaluran zakat, infaq, dan sedekah yang langsung ditujukan kepada minoritas Muslim di sini.
Kepedulian bisa disalurkan dengan dana melalui Rekening BRI 729401005369534 atas nama Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Mahulu. Kontak person M TAUFIQ di nomor 0852 5069 3237 dan EDY HARIANTO (0852 5097 4473).* Kiriman M Taufiq dari Mahakam Ulu