Hِidayatullah.com–Acara Dialog Keumatan dengan tema “Peran Azhary Dalam Membangkitkan Potensi Umat ” yang di gagas oleh PCI Muhammadiyah Mesir bekerjasama dengan Ikatan Keluarga PM Gontor sukses dilaksanakan. Bertempat di Markaz Dakwah PCI Muhammadiyah pada bilangan Distrik 10, Nasr City Kairo (13/2/2017), acara tersebut ramai dihadiri oleh segenap mahasiswa.
Sebagai narasumber pada acara tersebut KH. Anang Rizka Masyhadi, MA., turut hadir pula dalam kesempatan ini Dr. Usman Syihab, MA., selaku Atase Pendidikan dari KBRI Kairo.
Dalam penyampaiannya KH. Anang Rizka yang juga pernah mengenyam pendidikan di Universitas Al-Azhar ini mengatakan, bahwa sejatinya para mahasiswa Al-Azhar harus benar-benar memahami apa itu risalah Al-Azhar dan risalah Islam.
Menurut KH. Anang Rizka, Al-Azhar bukan sekedar dan sebatas institut pendidikan semata. Al-Azhar sudah bertahan selama 10 abad lebih, dengan melalui berbagai dinasti, kesultanan, hingga ragam corak pemerintahan modern. Menurut teori Ibnu Khaldun, sebuah peradaban biasanya hanya bertahan selama 7 abad, sedangkan Al-Azhar telah melalui fase satu peradaban umat manusia dan tetap menjaga risalah wasatiyah-nya sampai hari ini. Ini yang harus dipahami oleh mahasiswa, yaitu mengetahui betul secara mendalam konsep risalah Al-Azhar.
Masih menurut pimpinan Pondok Pesantren Modern Tazakka, Batang, Jawa Tengah ini, ketika sudah pulang ke tanah air nanti hendaklah para mahasiswa sudah mengambil peran masing-masing, baik dalam ranah keumatan, ranah kebangsaan, maupun ranah internasional. Bekerja secara totalitas untuk kepentingan umat dan bangsa, “Indonesia menanti kalian.” ujarnya.
“Dan ingat, untuk get (mendapatkan) bukan dari jalan take (mengambil). Tetapi get akan didapat melalui give (memberi). Beri, beri, beri, itu saja. Biarkan sistem Allah yang bekerja. Tugas kita adalah berjuang. ” pungkasa laki-laki berkacamata ini di akhir dialog.* Ismail Al Faruqi