6. Rotary Club
Organisasi Yahudi ini mempunyai pertalian dengan Freemasonry. Perannya sebagai penyuluh perbaikan hubungan di antara berbagai kelompok, akan tetapi mereka pura-pura membatasi pada kegiatan nasional, budaya, dan ekonomi saja.
Club ketika memulai pertemuan mingguan mengungkapkan kalimat pembuka: “Atas nama Rotary (bukan atas bangsa-bangsa atau atas umat)”. Sesudah itu, semua anggota akan melantunkan mars organisasi. Lalu semuanya berdiri untuk melakukan tarian khusus.
Tujuan Rotary Club:
1. Memupuk hubungan kuat di antara individu pengikut Rotary, serta mendukung satu sama lainnya demi mencapai kedudukan yang tinggi di negaranya sendiri. Itu karena terdapat banyak club pada organisasi ini yang tersebar di setiap kota utama di seluruh penjuru dunia. Banyak sekali tokoh serta pemimpin internasional sudah bergabung dengan club ini.
2. Menyeru pendekatan antar-(umat) beragama dan mau meninggalkan perbedaan agama.
3. Menyusup ke dalam masyarakat Non-Yahudi dengan memanfaatkan isu toleransi.
Fatwa kaum muslimin:
Majamma fiqhy mengeluarkan fatwa dan keputusan pada saat pertemuan di kota Makkah Al-Mukarramah tahun 1398 H bahwa prinsip-prinsip gerakan Freemasonry, Lions Club, dan Rotary Club bertentangan total dengan kaidah-kaidah Islam.
Vatikan tentang Rotary Club:
Vatikan pun menerbitkan surat keputusan 20 kanun awal (Desember) tahun 1950 M, yang berisikan: “Untuk menjaga serta kemuliaan, seluruh tokoh agama ini tidaklah boleh mengikuti atau pun bergabung dengan lembaga yang bernama Rotary Club, dilarang serta dalam perkumpulannya. Ada pun yang bukan tokoh agama, mereka diharuskan memperhatikan surat keputusan 684, mengenai lembaga-lembaga serta organisasi terlarang atau dicurigai.”
Penipuan anggota Rotary Club:
Tampilan Rotary Club sebagai organisasi sosial dan budaya yang bertujuan menjalin hubungan baik dengan berbagai pihak di belahan dunia, termasuk di negeri Arab, mengecoh tak sedikit pihak yang tertarik untuk bergabung dengannya, sehingga mereka juga tidak menyadari hakikat, tujuan, rencana, serta awal mula kemunculan organisasi ini, yang lahir dari gerakan Freemasonry. Akibatnya, mereka tidak menyadari hakikat keanggotaannya dalam organisasi Yahudi ini.
Diklaim anggota Rotary Club di seluruh dunia mencapai 1,2 juta orang yang tersebar di 200 negara, termasuk negara-negara Arab dan Indonesia.
Pendirian Rotary Club:
Rotary Club pertama didirikan pada 23 Februari 1905 di bawah pengawasan Paul P. Harris, seorang pengacara Freemasonry terkenal di Chicago, Amerika Serikat. Kata Rotary (dari istilah “rotation”: perputaran) sendiri diambil dari keberlangsungan dan perputaran rutin pertemuan rutin para pengurus organisasi di tiap akhir pekan dan per tahun.
Langkah Rotary Club mencapai tujuan:
1. Melangsungkan beberapa pertemuan serta pesta secara berkala, agar individu-individu berbagai bangsa saling mengenal, saling mendekatkan diri, dan saling menyayangi. Langkah ini mereka tempuh agar ide dan pemikirannya dapat disebarkan ke semua pihak, sekaligus agar dapat menyebarkan mata-mata untuk mengawasi mereka.
2. Menyampaikan ceramah tentang berbagai agama dengan dalih ingin mengenalkan kepada semua pihak, terkhusus mengenai agama Yahudi.
3. Menghelat berbagai seminar yang menyeru pada pendekatan antar-agama.
Pengelompokan anggota Rotary Club:
Keanggotaan dalam Rotary Club terbagi menjadi lima kelompok, yaitu:
1. Anggota pekerja inti
2. Anggota pekerja cadangan. Biasanya anggota cadangan ini beranggotakan anak atau rekan anggota pekerja pertama itu.
Keberadaan suatu anggota pekerja di dalam Rotary Club mewakili satu bidang pekerjaan. Tujuan merekrut anggota pekerja ini supaya organisasi mendapat keuntungan dari keahlian teknik yang dimiliki anggota pekerja tersebut, selain menghindari gesekan atau konflik antar-individu.
Terdapat anggota lain di samping kedua anggota di atas, yaitu:
3. Anggota lama
4. Anggota yang sudah pensiun
5. Anggota kehormatan
Rotary Club terdiri dari banyak komite, utamanya ada tujuh, yaitu:
1. Komite pelayanan internasioanal, perannya untuk menciptakan kedekatan antara warga negara dan bangsa, serta pelucutan senjata.
2. Komite pelayanan profesi; untuk menguatkan perkenalan antar-berbagai profesi yang ada di suatu kota.
3. Komite pelayanan msyarakat; untuk membantu para gubernur dalam mengurangi polusi dan menjaga lingkungan.
4. Komite pemuda; fungsinya menyebarkan spirit saling memahami antara generasi muda.
5. Komite klasifikasi; tujuannya adalah mengikat anggota satu sama lain.
6. Komite penerbitan surat kabar atau majalah; berperan aktif menjamin berjalannya promosi dan periklanan.
7. Komite pelayanan club; yakni untuk mengatur kehadiran anggota yang terdaftar.
Rotary Club aktif memberikan pelayanan umum dan bantuan kemanusiaan fiktif, yang sebenarnya memiliki tujuan rahasia dan ada unsur kepentingan yang berkaitan erat dengan ambisi Yahudi.
Rotary Club mengaku sebagai pengusung konsep “menguatkan kesepahaman antar-warga bangsa dan menghapus faktor perpecahan dan konflik”. Padahal di waktu yang sama, Club ini justru gigih membentuk organisasi-organisasi lainnya yang memecah belah bangsa, menambah kedengkian di antara mereka, dan memecah belah negara dan kota ke dalam bagian-bagian kecil, sehingga mudah dikuasai. Inilah yang terlihat jelas pada banyak kasus peperangan dan perebutan perbatasan antara negara di dunia ini.
Peranan pemuda:
Kegiatan Rotary Club tidak hanya diperankan oleh tokoh masyarakat, melainkan para pemuda juga memiliki peran besar dalam organisasi ini, karena banyak pemuda dan pelajar yang terdorong memiliki peran dalam kehidupan sosial dan politik. Lembaga-lembaga pengajaran dan pelatihan di negara-negara Arab ini sendiri sangat membantu di dalam upaya mendorong warga bangsa untuk berperan aktif dan serius dalam menyiapkan para pemuda sebelum bergabung dengan mereka. Maka tak heran jika banyak Rotary Club didirikan agar bisa menampung para pemuda tadi, baik yang berasal dari kalangan anggota Rotary Club sendiri maupun dari luar mereka.
7. International Association of Lion club
Sejarah Lion Club:
Lion Club adalah gabungan club yang secara lahiriah bergerak di bidang amal sosial, namun hakikatnya bagian organisasi pro-Freemasonry. Organisasi ini dikembangkan oleh tangan-tangan Yahudi untuk menghancurkan dan menguasai dunia.
Sejarah berdirinya Lion Club tak berbeda jauh dengan Rotary Club. Organisasi ini didirikan oleh seorang berkebangsaan Amerika, Malvin Jones, tahun 1915, dengan menghimpun para pebisnis Amerika Serikat.
Kegiatan Lion Club:
Secara lahiriah organisasi Lion Club mengusung suatu konsep hubungan kemanusiaan; menghilangkan segala hambatan di antara mereka; menyeru pada persaudaraan, kebebasan, dan kesetaraan; menyebar spirit kebaikan serta kerja sama antar-bangsa; berbagai pengetahuan melalui cara-cara yang memungkinkan, membantu para tuna netra, dan memberi pelayanan pada lingkungan setempat.
Asas dasar Lion Club tidak diketahui lebih jelas dan pasti karena terselubung di balik kegiatan lahirnya. Padahal, sebenarnya organisasi ini adalah pengikut gerakan Freemasonry Yahudi, dan esensinya pun diambil dari konsep ideologi kelompok Zionis.
Di antara bahaya laten dari organisasi Lion Club ini, yaitu:
1. Lion Club memiliki slogan “agama milik Tuhan, adapun negara milik bersama.” Inilah slogan yang menyerukan sekularisme dan pemisahan agama dari sendi kehidupan.
2. Lion Club mengetahui rahasia-rahasia pebisnis dan proyek-proyek yang ditanganinya, yang tentunya sangat berguna bagi mereka dalam mengetahui permasalahan ekonomi dan kondisi pasar lokal.
3. Lion Club menggunakan kode rahasia dalam menyusun informasi dan laporan ke pusat organisasi ini di Amerika. Laporan tersebut dilengkapi identitas anggotanya yang berasal dari pebisnis.
4. Lion Club mengadakan pesta-pesta yang berbau mesum di balik selubung kegiatan amal.
Untuk mendulang simpati publik, Yahudi menyebut berbagai organisasinya dengan beragam nama. Padahal semuanya dengan menghalalkan segala cara, hanya bertujuan menyebarkan kerusakan dan sekaligus untuk menguatkan dominasi mereka.
Penipuan anggota Lion Club:
Kemunculan Lion Club berbasis organisasi sosial dan budaya yang bertujuan menjalin hubungan baik dengan berbagai pihak di berbagai belahan dunia, termasuk jazirah Arab, telah mengecoh banyak pihak yang masuk dalam organisasi ini. Sehingga mereka pun tidak menyadari hakikat, tujuan, rencana, serta sejarah kemunculannya yang terlahir dari gerakan Freemasonry Yahudi. Akibatnya, mereka tidak mengetahui “wajah asli” keanggotaannya di dalam organisasi ini.
Ide dan konsep organisasi Lion Club:
Nama organisasi mereka Lion yang berarti singa. Nama tersebut menyimbolkan kekuatan dan keberanian. Huruf-huruf pada kata “Lion” sendiri menyimbolkan makna khusus bagi mereka.
Lion Club, sebagaimana halnya para anggota Freemasonry lainnya, juga melarang perdebatan di bidang politik dan agama.
Organisasi ini berpura-pura dalam kegiatan berikut:
1. Menyerukan persaudaraan, kebebasan, dan kesetaraan.
2. Memberi pelayanan ihwal ilmu dan budaya.
3. Mendorong pertukaran kunjungan atau pun pertemuan.
4. Menyebar spirit kebaikan serta kerja sama antarbangsa.
5. Mengembangkan spirit persahabatan antar-individu yang jauh dari ikatan apa pun.
6. Mempedulikan kesejahtaraan sosial.
7. Berusaha menyebar pengetahuan dengan berbagai media yang ada.
8. Menolong penyandang cacat (tuna netra) dan memberikan pelayanan sosial lainnya.
9. Meringankan beban dan hambatan kehidupan sehari-hari warga.
10. Memberi berbagai bentuk pelayanan kepada lingkungan setempat.
11. Mengadakan bermacam-macam perlombaan hiburan, di samping mendorong pertukaran kunjungan serta pertemuan.
12. Mendukung program dan proyek sosial.
13. Mendukung program dan proyek PBB.
Ideologi Lion club:
a. Organisasi Lion Club tidaklah berbeda dengan gerakan Freemasonry yang diikutinya. Maka akar pemikiran organisasi ini otomatis sama dengan akar pemikiran gerakan Yahudi itu.
b. Lion Club berpegang pada hubungan kemanusiaan dan menghilangkan hambatan antar-sesama manusia.
c. Esensi Lion club diambil dari konsep dan dari ideologi kelompok Zionis.
Keanggotaan Lion Club:
– Syarat-syarat keanggotaan Lion Club tidaklah berbeda jauh dengan syarat-syarat keanggotaan di dalam klub Freemasonry dan Rotary Club secara umum.
– Perbedaannya dengan Freemasonry, di dalam Lion Club dibolehkan dua anggota mewakili bidang profesi atau pekerjaan yang sama.
– Tidak setiap orang boleh mengajukan permohonan menjadi anggota Lion Club ini. Hanya anggota aktif Lion Club yang berhak mencalonkan dan menawarkan keanggotaan kepada seseorang, yakni bila mereka melihat ada kepentingan pada diri orang tersebut.
– Disyaratkan agar anggota Lion Club ini dari kalangan pebisnis sukses.
– Disyaratkan agar tempat kerja anggota baru berada di wilayah yang sama dengan daerah tempat cabang Lion Club berada.
Kegiatan Lion Club:
Dengan mengusung motto “melayani kemanusian dan masyarakat” amat membantu organisasi Lion Club ini untuk tersebar luas ke seluruh dunia.
Lion Club menjadi organisasi internasional pada tahun 1917 M.
Dewan direksi terdiri dari 12 anggota, dengan catatan di antara mereka harus ada satu atau dua orang mantan ketua club yang lama demi menguatkan pengaruh atas dewan ini, agar tak menyimpang dari jalur atau haluan yang sudah digariskan.
Kantor pusat Lion Club terletak di Oak Brock, Illinois, Amerika Serikat. Organisasi ini memiliki club-club cabang di Amerika Serikat, Eropa, dan berbagai belahan dunia lainnya, termasuk Indonesia.
8. Asosiasi B’nai Brith
Didirikan di New York, Amerika, tahun 1843 M, kemudian menyebar ke seluruh dunia. Misi atau tujuan organisasi ini, secara lahiriah adalah mencintai kebaikan serta mengabdi untuk kemanusian dengan membantu kaum fakir dan tertindas, serta mencegah penghinaan terhadap Yahudi dan membela hak dalam mendapat persamaan perlakuan. Padahal, sebenarnya tujuan inti organisasi Yahudi tersebut ialah melenyapkan agama, melucuti moralitas, dan mengatur sepihak pemerintahaan seluruh dunia.
Asosiasi ini membuka cabangnya di Palestina pada tahun 1888 M dan mendirikan beberapa koloni kecil sebagai cikal bakal negara Yahudi disana. Hingga kini, B’nai Brith terus saja menjalankan kegiatan-kegiatan besar di Amerika dan Inggris.
9. American Israel Public Affairs Committee (AIPAC)
American Israel Public Affairs Committee adalah komite Amerika-Israel untuk pelayanan urusan publik, disingkat menjadi AIPAC. Komite ini berdiri pada tahun 1959.
AIPAC didirikan pada masa pemerintahan Presiden Amerika Serikat, Dwight Eisenhower, dan dianggap sebagai organisasi Zionis. Bukti nyata yang menunjukkan atas hal ini ialah bahwa namanya dahulu adalah “American Zionist Committee for Public Affairs” yang didirikan pada tahun 1953.
Pergantian namanya menjadi AIPAC dilakukan setelah melemahnya hubungan antar-para pendukung Israel dengan Presiden Amerika itu. Puncak keretakan hubungan keduanya terletak pada dilangsungkannya penyidikan terhadap komite Zionis Amerika untuk urusan publik ini. Oleh sebab itulah, namanya diganti dan dibuatlah kelompok “penekan” baru lain dengan nama Komite Amerika-Israel untuk urusan Publik (AIPAC).
Tujuan AIPAC:
Tujuan umum organisasi Yahudi ini tidak lain mewujudkan dukungan Amerika Serikat (AS) terhadap eksistensi Zionis yang ada di negeri Palestina, baik secara moril maupun materil. AIPAC ini menghimpun kekuatan internasional untuk menentang setiap keputusan yang lebih memihak kepentingan Arab dan Palestina.
Pada tahun 2006, AIPAC menyebutkan tujuan pendirian organisasi ini yaitu:
1. Menekan pemerintah Palestina supaya mau menerima keberadaan negara Israel.
2. Menguatkan hubungan antara Washington dan Israel melalui kerja sama bidang intelijen bilateral, juga melalui bantuan militer beserta ekonomi pada tahun 2006. Bantuan Amerika untuk Israel mencapai 2,52 miliar dolar.
3. Mengecam langkah-langkah negara Iran yang mendalami teknologi nuklir dan menentang fakta holocaust.
4. Menentukan produser serta langkah-langkah antisipasi dalam menyikapi negara-negara dan kelompok-kelompok yang memusuhi Israel; seperti Libya, Libanon, Suriah, dan negara atau kelompok lain yang mengancam eksistensi Israel (Palestina yang terjajah).
5. AIPAC adalah organisasi Yahudi yang mampu menekan para pemimpin Amerika agar mau mendukung kepentingan Yahudi.
6. AIPAC beranggotakan 4.500 tokoh Yahudi di tengah masyarakat Amerika Serikat, bahkan keanggotaanya terbatas untuk orang-orang Yahudi. Padanya berkumpul anggota-anggota dari partai Demokrat dan partai Republik.
7. Surat kabar Near East Reports menghadirkan suplemen berita dengan judul “Hakikat Serta Kebohongan”, yang menjadi sumber informasi utama bagi para anggota kongres Amerika.
8. AIPAC mengadakan pertemuan tahunan yang dihadiri para pejabat negara serta para tokoh partai di Amerika, sebagaimana juga rutin dihadiri oleh para presiden Amerika Serikat dan para kandidat presiden untuk mencari dukungan kaum Yahudi.
9. Organisasi ini selalu mengirimkan utusannya guna menghadiri sidang Kongres Amerika, baik yang terbuka maupun yang tertutup, supaya bisa mengikuti jalannya sidang dan menjamin komitmen Kongres terhadap bangsa Yahudi.
10. Pada 6 Juli 1978, New York Time menyebutkan AIPAC sebagai “kekuatan pengendali politik Amerika Serikat di Timur Tengah”.
11. AIPAC didukung kuat oleh para simpatisan serta penyokongnya di Kongres Amerika Serikat, dan dari dua partai politik: Demokrat dan Republik. Dalam muktamar yang diselenggarakan tahun 2002 saja, AIPAC sudah mendapat dukungan dari lebih 50 anggota legislatif AS, plus 190 orang wakilnya, dan tak kurang ada 12 tokoh pemerintah Amerika turut serta di dalamnya.
Setiap kandidat Amerika Serikat tidak akan memenangkan pemilu tanpa ada dukungan langsung dari AIPAC yang memiliki otoritas dan pengaruh luas di kancah politik Amerika.
AIPAC memainkan peran utama dalam politik luar negeri Amerika, misalnya saat memutuskan perang dengan Irak, menekan pemerintah Iran dan Suriah, menentukan kebijakan politik Amerika terkait Hizbullah dan Hamas, ataupun ihwal besaran bantuan Amerika kepada Israel dalam bentuk dana dan persenjataan muktahir.
Semua kandidat Presiden AS pada tahun 2008 berpidato pada pertemuan AIPAC. Mereka mendukung Israel serta berkomitmen melindungi dan menjadikan Al-Quds sebagai ibukota negara Yahudi.
Cara AIPAC memaksakan ide dan pendapatnya amat beragam, mulai cara simpatik sampai sogokan, ancaman, dan pengungkapan skandal. AIPAC sanggup menghukum tiap kandidat Presiden atau anggota Kongres Amerika via otoritas keuangan dan media massanya.*/Rahmadi (dari buku Ensiklopedi Yahudi, oleh Dr. Thariq as-Suwaidan)