Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita dari Anda

Bangsa Betawi Akan Musnah jika Reklamasi Terus Berjalan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 20 Februari 2017 10:50 10:50 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 20 Februari 2017 10:49
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com— Para ulama Betawi meski berpegang pada tasawwuf akhlaki dan cenderung bersikap moderat (tawassuth dan al-tawazun) mereka dikenal tegas jika kepentingan agama diganggu.

Demikian disampaikan Dr. Saidun Derani, Lektor Kepala Sejarah Islam Asia Tenggara pada Departemen Sejarah Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Dr. Saidun menyontohkan sikap tegas KH.Abdullah Syafii menolak kebijakan Pemda DKI Jakarta, Ali Sadikin yang dinilai merugikan umat Islam.

Karena itu, Dr. Saidun memberi perhatian khusus terkait reklamasi Jakarta yang kebanyakan pembelinya jelas bukan orang Betawi dan bukan pula orang-orang pribumi.

 Baca: Sayyid Ustman: Jejak Kontroversial Mufti Betawi [1]

“Kalau reklamasi terus berjalan, habislah Bangsa Betawi di Jakarta,” terangnya seminar dengan tema “Peran Ulama Betawi dalam Transmisi Keilmuan Islam di Jakarta Abad XX” hari Sabtu 18 Februari 2017, yang diselenggarakan Departemen Dakwah Rabithah Alawiyah yang dipimpin oleh Habib Ali al-Bahar.

Baca Juga

Puluhan Murid SPI Jakarta Angkatan ke-13 Dinyatakan Lulus  
Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga
Hidayatullah Samarinda Dirikan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah
Outbound Seru di TSOT  Prigen Pasuruan
Tutup Dauroh, Pesantren Hidayatullah Kupang Berbagi Bingkisan Ramadhan Kepada Warga non-Muslim Sekitar

Itulah sebabnya, menurut Saidun, para ulama Betawi dan umat Islam di Jakarta menolak dengan tegas calon gubernur yang mendukung reklamasi.

Dalam acara yang diadakan di Gedung Rabithah Alawiyah, Jl. TB Simatupang Jakarta Selatan dan dimulai pada pukul 10.00 dan berakhir sebelum waktu Ashar, ini Saidun banyak mengular peran ulama dan habaib Betawi.

Menurutnya, Tanah Betawi memiliki banyak ulama-ulama hebat seperti Guru Mughni, Guru Manshur, KH. Abdullah Syafii, KH. Thohir Rohili, KH. Noer Ali, dan KH.Mu’allim Syafii Hazdami.

Begitu pula dari kalangan habaib, diantaranya yang menonjol pada Abad ke-20 adalah Al-Habib Ali bin Abdurrahman al-Habsyi Kwitang (w. 1968), Al-Habib Ali bin Husein al-Attas Bungur (w. 1976 M), dan Al-Habib Salim bin Ahmad bin Jindan (w. 1969 M) yang dikenal sebagai Tiga Serangkai Ulama Tanah Betawi. Banyak murid yang dating belajar kepada para ulama ini yang di antara mereka nantinya ada yang menjadi ulama besar pula.

Kegiatan ini dimoderatori oleh Habib Hamid al-Qadri juga menghadirkan Alwi Alatas, MHSc sebagai pembahas.

Alwi Alatas pada sesi berikutnya menjelaskan bahwa para ulama Betawi memang tidak meninggalkan artefak sejarah dan juga banyak yang tidak meninggalkan tulisan, terlebih tentang sejarah mereka sendiri.Namun mereka meninggalkan jejak sejarah yang agung berupa manusia-manusia yang berilmu dan berakhlak mulia.

“Para ulama ini menulis di dalam jiwa-jiwa manusia,” terang Alwi.

Mungkin juga karena keikhlasannya mereka tidak peduli jika nama dan kisah mereka tidak begitu tercatat di dalam lembaran sejarah. “Bagaimanapun juga,” lanjut kandidat doktor pada International Islamic University Malaysia ini.

“Kami para sejarawan memerlukan catatan sejarah tentang para ulama.”

 Baca:  Sayyid Ustman: Jejak Kontroversial Mufti Betawi [2]

Sayangnya sumber-sumber sejarah tentang ulama di masa lalu sangat sedikit dan sulit didapatkan.Karena itu menjadi tanggungjawab kaum Muslimin, khususnya mereka yang berguru kepada para ulama di Betawi,untuk menulis tentang guru-guru mereka. Agar orang-orang dari generasi berikutnya bisa mengetahui dan bisa mengambil pelajaran dari kiprah para ulama di masa lalu.

Dalam sambutannya saat membuka seminar, Ketua Umum Rabithah Alawiyah, Habib Zen Umar bin Smith, mengingatkan para akademisi dan doktor agar jangan hanya mengejar ilmu tetapi mengabaikan akhlak.

Perpaduan ilmu dan akhlak merupakan hal yang telah lama dicontohkan oleh para ulama dan habaib, tetapi tampaknya belakangan ini semakin kurang diperhatikan.

Dr. Saidun membenarkan apa yang disampaikan oleh ketua umum Rabithah tersebut. Ia menyayangkan semakin banyak intelektual dan akademisi, khususnya yang belajar di Barat, yang tidak menghargai ulama dan mengabaikan akhlak yang mulia. Dr. Saidun merasakan betapa santun adab yang diajarkan dan dicontohkan para ulama di Betawi.

Saidun mengakui, mesli berasal dari Bangka, tetapi sejak tahun 1977 pindahke Jakarta dan banyak berguru pada para ulama Betawi.

Seminar tentang ulama Betawi ini berjalan dengan baik hingga sekitar pukul 15.00, dengan diselingi shalat Dzuhur dan makan siang di tengah-tengahnya.

Ruang yang cukup besar itu hampir penuh diisi oleh peserta seminar. Sambutan para peserta terhadap kegiatan ini juga sangat baik dan mereka berharap Rabithah Alawiyah dapat menyelenggarakan kembali seminar semacam itu.*/kiriman  Abu Abdillah (Jakarta)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Bangsa Betawihabaib betawiKH.Abdullah SyafiiKiprah Ulama Betawiorang pribumiReklamasi Jakartatasawwuf akhlakitawassuthtawazunulama Betawiwarga Betawi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya ‘Blind Sheikh’ Meninggal Dunia di penjara Amerika Serikat
Tulisan selanjutnya Perkuat Kerjasama Pendidikan, Konjen RI Temui Rektor Universita Islam Madinah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Berita
30 Mei 2026 13:05
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Berita dari Anda

Diskusi Kepemimpinan LIDMI, Pendiri INSISTS Sampaikan Konsep Adab dalam Melahirkan Pemimpin Beradab

24 Desember 2022 21:00
Berita dari Anda

Muhammadiyah Yaman Gelar Audiensi dan Sosialisasi Strategi Dakwah

22 Desember 2022 10:32
Berita dari Anda

Wakil Ketua I DPRD PPU Hadiri LTC Pemuda Hidayatullah di IKN

4 Desember 2022 21:21
Berita dari Anda

Hinaan “Anjinghu Akbar” Muncul Kembali, SPI Mengecam Keras

1 Desember 2022 19:28
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?