Hidayatullah.com– Menjadi ahli Bahasa Arab seharusnya jangan pernah puas dengan menelaah satu kitab dan guru. Sebab hal itu tidak menjadikan seseorang sampai pada level tingkat tinggi. Karena itu tetap menuntut ilmu adalah hal yang dianjurkan.
Pernyataan ini disampaikan Prof. Dr. Aiman Amīn Abdul Ghonī, dosen Fakultas Bahasa Arab Universitas Islam Internasional Islamabad Pakistan dalam seminar internasional bertajuk “Metode Strategi Efektif dalam Pengembangan Pengajaran Bahasa Arab bagi A’jami (asing).” .
Menurut pakar bahasa dari Negeri Piramid ini , belajar bahasa akan membantu dalam bergaul. Orang yang mengerti struktur/uslub bahasa yang baik dan indah akan memberi kesan positif.
“Seorang suami yang memerintahkan istrinya dengan sopan, lemah lembut dan lain sebagainya bahkan akan mudah dituruti,” ujarnya mencontohkan saat mengisi seminar internasional yang diselenggarakan Fakultas Tarbiyah Prodi Pendidik Bahasa Arab Kamis (31/03/2016) di hall Center For Islamic And Occidental Studies (CIOS) Universitas Darussalam Gontor (UNIDA).
Selain itu, pengarang Kitab Al-Kaafi ini juga memberikan beberapa penekanan pembelajaran yang ditawarkan dalam metodologi mutakhir pembelajaran Bahasa Arab (الطريقة الحديثة).
Pertama, seorang pengajar harus jelas, lantang dan terang saat menyampaikan pelajaran (الجاهر). Kedua, seorang guru harus memberi sejumlah tamsil agar murid mudah menerima pelajaran ( المماثل).Terakhir, seorang pengajar mesti aktif agar suasana kelas tidak sepi (المحاور).
Dr. Aiman Amin Abdul Ghani adalah pengarang Kitab Al- fi Syarhi Al-Ajurrumiyyah”. Guru Besar Universitas Islāmiyah di Pakistan ini dikenal memiliki metode mutakhir dalam pengajaran Basaha Arab yang mudah difahami oleh segenap akademisi. Integrasi metodologi klasik dengan modern disajikan dalam bentuk yang efektif sehingga mudah dimengerti oleh pelajar pemula sekalipun.
Sudah banyak karya yang dilahirkan selama menjadi staff pengajar. Di antara karya fenomenal yang disumbangkan ke khazanah Islam dibidang bahasa nahwu kāfi, sharaf kāfi dan kāfi fi al-balāghah.
Banyak kemudahan yang ditawarkan dalam karyanya ini daripada literatur yang lain seperti nahwu wādeh, qawā’id lugha arabiyah, wāfi dan lain-lain. Struktur bahasa yang digunakan lebih ringan, tamsil yang dipakai lebih familiar dan pembahasannya lebih mudah difamahi. Selain itu porsi bahasan yang diuraiankan lebih mengenak sasaran.
Hasil buah pikiran ulama Mesir ini mendapat sambutan baik di dunia akademik. Sejumlah ulama dan kaum intelektual mengapresiasinya sebagai salah satu karya yang memberi tembusan baru bagi pegiat bahasa.
Tidak hanya itu, pelajar dari belahan dunia Islam dapat mencicipi hidangan intelektual ulama muda ini. Oleh karena itu, memperdalami bahasa al-Quran dengan mudah bisa ditempuh melalui goresan pena Dr. Aiman Amīn ini.*/ kiriman Wandi, mahasiswa pascasarjana UNIDA