Hidayatullah.com— Hari itu, Rabu siang (18/10/2017) bus melewati bukit-bukit sepanjang 80 kilometer dengan hawa nan sejuk. Sepanjang jalan, dipenuhi pemandangan nan indah, taman hiburan dengan wahana kincir angin dan aneka permainan hiburan layaknya sebuah taman rekreasi.
Perjalanan makin mengasikkan karena melewati jalan yang meliuk-liuk, mirip perjalanan menuju Puncak, Bogor, Jawa Barat atau tempat-tempat pengunungan di Indonesia.
Perjalanan ini adalah program rihlah (wisata) 150 mahasiswa Fakultas Syari’ah Universitas Islam Madinah menuju ke tempat-tempat wisata yang berada di Arab Saudi.
Rombongan berangkat pukul 11.00 Waktu Arab Saudi dengan menggunakan 3 bus. Rombongan rihlah bertolak dari Universitas Islam Madinah menuju ke Kota Ta’if.
Perjalanan memakan waktu sekitar 8 jam dengan istirahat, hingga sampai di Kota Ta’if pukul 07.15 di saat adzan isya’ berkumandang. Peserta rihlah istirahat di sebuah villa besar di Ta’if, dimana di villa tersebut terdapat kolam renang, lapangan futsal dan lapangan voli dengan disambut hidangan makan malam daging kambing.
Kamis pagi, 19 Oktober 2017, setelah shalat Subuh, acara dilanjutkan olahraga bebas dan sarapan. Kemudian pembagian kelompok untuk diadakan perlombaan futsal dan renang. Pukul 12.00 WAS peserta rihlah bergerak menuju ke taman untuk makan siang dan jamak salat Dzuhur dan Ashar pada pukul 13.00 WAS, kemudian menuju telefric atau kereta gantung yang terletak di ketinggian.
Pendaftaran cukup melalui daring ataupun pesan singkat lewat ponsel. Tidak semua pendaftar dapat diakomodasi, hanya 3 bus saja yang dapat mengikuti rihlah ini.
Setelah nama-nama peserta diumumkan, pihak fakultas memberikan pengumuman apa saja yang harus dibawa oleh peserta rihlah, antara lain peralatan renang, pakaian musim dingin dikarenakan Kota Ta’if terletak 1800 mdpl dan memiliki suhu yang dingin.
Tiket wisata di Ta’if untuk semua wahana beserta akomodasi sebesar 499 riyal, untuk kereta gantung dan wisata air saja harga tikernya 170 riyal. Pihak fakultas memberikan subsidi sebesar 120 riyal, dimana peserta rihlah hanya membayar 50 riyal.
Dalam rihlah ini, peserta dapat menikmati perjalanan kereta gantung selama 20 menit, dengan pemandangan pegunungan dengan jalan yang berkelok-kelok yang indah dilihat dari udara. Stasiun kereta gantung yang menjadi tujuan akhir terletak di Ta’if Water Amusement Park, sebuah taman wisata air yang berada di pegunungan di jalan raya Makkah-Ta’if.
Bangunan yang ada di tempat ini terlihat seperti tembok-tembok zaman dahulu. Kontur tanah pegunungan menjadikan pemasangan perosotan air lebih mudah untuk dibangun. Para peserta rihlah diperbolehkan untuk renang di tempat wisata air ini sampai waktu Maghrib. Setelah Maghrib, peserta rihlah melewati pertunjukan fauna seperti monyet, ular dan burung, serta terdapat para penjual cinderamata dan makanan khas Arab Saudi.
Pukul 19.00 WAS, peserta rihlah kembali naik kereta gantung dari stasiun yang ada di tempat wisata air menuju ke stasiun kereta gantung yang pertama.
Jalur kereta gantung yang menanjak semakin keatas menjadikan perjalanan pulang lebih mengerikan daripada perjalanan di siang harinya. Dari stasiun tersebut, para peserta rihlah kembali ke villa.
Sesampai di villa, para mahasiswa menjamak shalat Maghrib dan Isya’. Acara selanjutnya perlombaan seperti hafalan al-Qur’an serta permaian-permainan kecil, yang ditutup dengan pembagian hadiah pada pukul 00.30 WAS. Hari Jum’at pagi, 20 Oktobe 2017, para peserta bertolak kembali ke Kota Madinah.
Pusat Pertanian nan Subur
Ta’if yang terletak di sebelah tenggara Jeddah dan Kota Suci Makkah, berdiri 1.800 meter di atas permukaan laut di lereng timur Pegunungan Sarawat yang merupakan pusat daerah pertanian.
Terletak di hamparan bukit granit dari lereng timur Hijaz di wilayah barat daya, kota ini merupakan magnet yang selalu menarik pengunjung dari seluruh Arab Saudi.
Berbeda dengan Makkah yang panas dan tandus. Wilayah yang memiliki populasi sekitar 1,3 juta jiwa ini dikenal sebagai lahan subur dan pusat pertanian dimana berbagai buah-buahan tumbuh subur. Seperti apel, kurma, pisang, anggur, kenari, buah persik, delima, wortel, mawar dan madu.
Salah satu hasil kesuburan pertanian Ta’if adalah perkebunan mawar warna-warni, juga sapi yang mampu menyediakan susu segar untuk memenuhi warga Arab Saudi.
Sepanjang jalan di puncak Gunung Hada banyak monyet liar. Inilah Kota Ta’if, salah satu tempat terindah di Negeri 1000 Gurun Pasir, Arab Saudi. Di tempat ini pula dulu Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam pernah terluka karena dilempar batu kaum kafir saat berdakwah.
Ta’if tidak hanya populer di kalangan wisatawan mancanegara, tapi juga menjadi tempat resmi banyak pejabat dan pemerintah Arab Saudi. Selama musim panas, panyak pejabat Arab Saudi menghabiskan waktu di tempat ini.
Menuju Ta’if membutuhkan kendaraan dengan kekuatan prima. Sebab, jalur menuju kawasan pegunungan itu sangat curam. Meski jalannya lebar dan mulus, tanjakannya cukup tinggi dan berkelok-kelok.
Tahun ini Ta’if baru menjadi destinasi peserta rihlah Fakultas Syari’ah. Biasanya, setiap semester tujuan wisata selalu berpindah-pindah. Seperti ke Pantai Yanbu, Provinsi Madinah dan Pantai Umluj di Provinsi Tabuk.*/Imam Khairul Annas (Madinah)