Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita dari Anda

Keunggulan Sistem Perguruan Tinggi Berbasis Pesantren

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 11 Juli 2019 14:43 2:43 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 11 Juli 2019 14:43
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Perguruan Tinggi Islam, seperti IAI Darullughah Wadda’wah (Dalwa) Bangil ini memiliki masa depan yang bagus di masa mendatang. Karena sistem yang berjalan adalah berbasis pesantren.

Demikian dijelaskan oleh ustadz Kholili Hasib MUd dalam acara TASMA (Ta’aruf dan Studi Kampus) Mahasiswa Baru IAI Dalwa kampus Banat, pada Rabu (09/07/2019).

“Dalam pendidikan, baik sekolah atau jami’ah (perguruan tinggi) seperti Dalwa ini, yang basisnya pesantren itu berlaku kesepaduan antar berbagai unsur di pesantren dengan unsur-unsur di jami’ah,” tegasnya.

Menurut Kholili Hasib, pembelajaran di IAI Dalwa itu sesungguhnya tidak berlepas, dan tidak boleh lepas, dari pengajaran diniyyah pondok. Karena, menurut dosen IAI Dalwa ini, yang dituju adalah mengangkat dan melanjutkan ilmu diniyyah ke dalam level jamiah.

“Karena itu, dalam jami’ah kita itu berlaku semacam ‘super sistem’. Artinya, setidaknya menurut pengamatan saya ada tiga sistem dasar yang berjalan. Yaitu sistem bahasa Arab, sistem integrasi ilmu-ilmu, dan sistem keikhlasan ala pondok pesantren,” tambahnya.

Baca Juga

Puluhan Murid SPI Jakarta Angkatan ke-13 Dinyatakan Lulus  
Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga
Hidayatullah Samarinda Dirikan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah
Outbound Seru di TSOT  Prigen Pasuruan
Tutup Dauroh, Pesantren Hidayatullah Kupang Berbagi Bingkisan Ramadhan Kepada Warga non-Muslim Sekitar

Inilah, menurut Kholili yang juga kandidat doktor ini, yang membedakan dengan kampus-kampus lain di luar.

“Anda yang di prodi ES misalnya dituntut untuk mampu presentasi dalam bidang ekonomi dalam bahasa Arab. Lulusan SKI, diharapkan mampu menarasikan sejarah Islam di Nusantara dengan bahasa Arab kalian yang bagus. Kalian yang dari Managemen, nanti harusnya mampu menulis tentang manajemen keuangan atau pendidikan dengan bahasa Arab. Inilah sistem bahasa Arab yang sehari-hari Anda pelajari di pondok ini,” tambahnya.

Adapun sistem berikutnya yaitu sistem integrasi ilmu dan keikhlasan. Maksudnya, mahasiswa IAI Dalwa memperolah dua macam ilmu, yaitu ilmu syariah dan ilmu non-syariah. Kurikulum diniyyah itu ilmu diniyyah. Sedangkan wawasan umum ilmu modern dipelajari di jami’ah. Dua sistem tersebut diperkuat dengan sistem keikhlasan.

“Antum meskipun mahasiswa, tapi antum adalah santri. Harus tunduk secara suka rela terhadap pondok. Anda mahasiswa sekaligus santri dididik untuk menjadi sarjana yang mukhlis. Sarjana yang pejuang, mental kuat tapi berakhlak tinggi.”

“Maka, menurut saya, kampus seperti ini adalah kampus terbaik. IAI Dalwa adalah kampus terbagus se-Nusantara”, tegas Kholili yang kemudian disambut riuh oleh mahasiswi Banat.

Era ke depan adalah zaman digitalisasi pendidikan. Semua akan serba online. Apakah belajar adab, belajar akhlak itu bisa secara online? Inilah kelemahan sistem digital pada masa mendatang akan semakin marak. Dimana pada akhirnya orang pasti akan ke sistem pesantren bila ingin akhlaknya baik. Karena pesantren itu adalah tempat pengajaran adab yang baik.

“Di jami’ah Dalwa ini, kita tekankan metodologi dan cara menulis. Kelebihan sarjana adalah kemampuan metodologi, kedewasaan berpikir dan kemampuan menuangkan ide ke dalam tulisan,” ujarnya.

Karena itu, kata Kholili Hasib, jika diyakini ini sistem terbaik, maka mahaswa Dalwa harus berperilaku seperti santri terbaik, berakhlak terbaik, dan berprestasi terbaik. Jangan malas kuliah, karena itu bukan tipe mahasiswa kampus terbaik. Jangan copas kalau nulis skripsi karena cara begini akan menurunkan kualitas sebagai mahasiswa kampus terbaik.

Sontak, motivasi ini, lagi-lagi disambut riuh para peserta TASMA yang berjumlah sekitar 300-an orang.

Saran dari Kholili Hasib, sistem dan program di Dalwa khususnya Banat harus dirawat. Jika seseorang ikhlas, maka akan bersemangat untuk merawat, mengembangkan inovasi, dan meningkatkan kualitas. Jangan puas dengan yang ada sekarang.* (Bnn)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Dalwa BangildiniyahIAI Darullughah Wadda'wahpendidikan agamaPondok Pesantren
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tukang Becak Naik Haji: Tak Pernah Patok Tarif, Nabung Sejak 2004
Tulisan selanjutnya 64 Kloter Jamaah Tiba di Madinah, Hadapi Cuaca Panas 45 Derajat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Berita
1 Juni 2026 10:40
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Berita dari Anda

Diskusi Kepemimpinan LIDMI, Pendiri INSISTS Sampaikan Konsep Adab dalam Melahirkan Pemimpin Beradab

24 Desember 2022 21:00
Berita dari Anda

Muhammadiyah Yaman Gelar Audiensi dan Sosialisasi Strategi Dakwah

22 Desember 2022 10:32
Berita dari Anda

Wakil Ketua I DPRD PPU Hadiri LTC Pemuda Hidayatullah di IKN

4 Desember 2022 21:21
Berita dari Anda

Hinaan “Anjinghu Akbar” Muncul Kembali, SPI Mengecam Keras

1 Desember 2022 19:28
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?