Hidayatullah.com–Hari Jumat (19/12/2014) pengajian Tauhid, Tasawuf, Fikih (Tastafi) baru saja memulai pengajian. Ribuan Jamaah telah hadir ke Masjid Raya Baiturrahman untuk mengikuti pengajian yang dijadwalkan diisi oleh Abu Kuta Krueng.
Karena dalam kondisi sakit, pengajian perdana ini diwakili oleh menantunya, Tgk Tarmizi yang juga Ketua PW HUDA Pidie Jaya.
Rupanya, di saat Pengajian hendak dimulai, Ketua Penyelenggara dipanggil ke ruang Pengurus Masjid dan meminta agar pengajian dihentikan untuk diganti pada hari lain.
Hadir pula Kadis Syariat Islam Aceh, Prof. Dr. Syahrizal Abbas dan beberapa pejabat SKPA.
Pengurus beralasan pengajian pada hari Jumat mengganggu orang i’tikaf dan petugas kebersihan.
Penghentian rupanya membuat suasana ketegangan. Apalagi dihadiri banyaknya anggota Kepolisian dan Satpol PP yang berjaga-jaga seolah-olah akan terjadi keributan.
Ketua Penyelenggara, Tgk Marwan Yusuf sangat menyayangkan sikap Pengurus Masjid dan beberapa Pejabat SKPA yang dinilai ikut membendung kegiatan seperti ini.
“Di saat ada sebagian pemuda yang memiliki i’tikad untuk mengemban sebagian tugas pemerintah dalam pembinaan umat, ternyata kegiatan ini malah diminta untuk dihentikan dengan alasan yang tidak logis. Sudah seharusnya pada hari Jumat Mesjid Raya dihidupkan dengan kegiatan pengajian seperti ini, sehingga jamaah akan termotivasi untuk hadir lebih awal ke masjid sambil menunggu pelaksanaan shalat Jumat,” ujarnya.
Tgk Marwan juga menambahkan bahwa pihaknya telah mendapat rekomendasi dari Gubernur Aceh dan Imam Besar Masjid Raya, Prof. Dr. Azman Ismail, MA dua minggu yang lalu.
Pihak panitia juga mengaku telah melayangkan surat resmi kepada pengurus masjid. Namun tanpa adanya surat pembatalan, pengurus masjid meminta acara ini dihentikan dan diganti pada hari lain.*/M Iqbal Jalil (Aceh)