Hidayatullah.com– Merespons masalah sosial dan kemanusiaan, khususnya Indonesia yang beberapa hari terakhir kerap terjadi bencana alam, Wahdah Peduli (WP) yang merupakan satuan kerja sosial dan kemanusiaan Dewan Pimpinan Pusat Wahdah Islamiyah mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) untuk berpartisipasi dalam menangani masalah tersebut.
Hal ini diungkapkan oleh Muhammad Syukri Turusi selaku Wakil Ketua WP Pusat pasca menggelar Pendidikan Dasar (Diksar) relawan rescue yang dilangsungkan di Hutan Pinus Desa Lembanna, Kec. Tinggimoncong.
“Pendidikan Dasar ini menjadi yang pertama, dan insya Allah semua peserta akan diterjunkan saat dibutuhkan nanti, khususnya untuk penangananan bencana alam,” tutur dia, Rabu (11/09/2019).
Dalam pelaksanaannya, Diksar ini mengambil judul utama WP Boot Camp, yang diikuti oleh puluhan peserta utusan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) WI. Di antara DPW WI yang terlibat yakni DPW WI Kalimantan Utara, DPW WI Sulawesi Selatan, DPW WI Sulawesi Tengah, dan DPW WI Sulawesi Tenggara.
Kegiatan berlangsung selama tiga hari, terhitung sejak Jumat (06/09/2019) hingga Ahad (08/09/2019) dalam bentuk perkemahan yang kemudian diisi dengan materi dasar kerelawanan dan kegiatan outbond.
Materi dasar kerelawanan yang diberikan kepada peserta antara lain teknik Bantuan Hidup Dasar (BHD) dan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) dan teknik Rescue.
Untuk outbond sendiri, panitia menggelar beberapa latihan ketangkasan dan kekompakan kepada peserta, antara lain lintas tali, dan simulasi bencana.
Puncak kegiatan WP Boot Camp ini adalah pengambilan dan penyematan Syall Wahdah Peduli yang dilaksanakan pada dini hari di Pos 1 pendakian puncak Gunung Bawakaraeng.
Pengambilan syal ini sekaligus menjadi tanda resminya seluruh peserta menjadi relawan Rescue Wahdah Islamiyah yang siap diterjunkan kapan dan di mana saja. Sebagaimana sambutan Muhammad Musri selaku Ketua Umum WP Pusat saat menutup WP Boot Camp dengan resmi.
“Alhamdulillah hari ini telah kita langsungkan kegiatan Diksar ini, dan anda semua menjadi peserta dari Diksar yang pertama yang akan dilanjutkan pada masa-masa yang akan datang, dan harus sap siaga untuk diterjunkan dalam rangka membantu yang membutuhkan pertolongan,” tutup dia, Ahad (08/09/2019).* Rustam Hafid/Divisi Media dan Informasi Wahdah Peduli