Hidayatullah.com–Sopir bus Tamimi Saihati mengendarai dengan ugal-ugalan yang berujung pada tabrakan beruntun setelah meminta uang tips dengan alasan sedekah dari jamaah di titik pengamatan (check point) antara Makkah-Jeddah, Senin.
Ketua Keloter SOC-44 Solo Muhaimin dan sejumlah jamaah di hotel transit Majlis Quraiys di Jeddah, Selasa, mengatakan, setelah berhenti di titik pengamatan dua bus lalu saling mendahului di jalan raya jelang pemisahan jalan menuju Kota Jeddah arah Thoriq Palestine.
Terdapat delapan bus Tamimi dan Saihati yang berjalan beriringan mengangkut jamaah asal Demak itu.
“Dua bus lalu saling kejar mengejar,” kata Ali Asadi (54) yang mengalami luka ringan pada hidung karena membentur pegangan pada kursi belakang.
Dia menjelaskan, jamaah perempuan sempat berteriak mengingatkan sopir, tetapi saling mendahului terus berlangsung hingga bertemu dengan sebuah truk yang berjalan lambat di depan.
“Sopir bus lalu mengelak dan masuk iringan tetapi laju busnya terlalu cepat sehingga menabrak bus jamaah di depan,” kata Ali. Dua bus jamaah lainnya di belakang lalu menyusul menabrak dari belakang.
Bus ketiga dan kempat mengalami rusak cukup parah dan dan kaca bus pecah.
Akibatnya, 17 jamaah dilarikan ketiga rumah sakit di Jeddah, diantaranya RS King Fahd dan sekitar 15 luka ringan yang membutuhkan perawatan di hotel transit Majlis Quraiys.
Mugi Hartoyo, petugas kesehatan perawat Keloter SOC-44 mengatakan, info terakhir satu diantaranya mengalami luka serius, yakni fragtur (luka benturan) pada hidung, 16 lainnya mengalami luka ringan akibat benturan pada kursi dan sayatan pada kulit.
“Tidak ada korban jiwa pada kecelakaan ini,” kata Mugi.
Muhaimin menyatakan aksi ugal-ugalan itu terkait dengan pemungutan uang tips dari sopir bus di titik pengamatan antara Makkah ke Jeddah.
Samrotul Tuada (25) jamaah yang ikut dengan iring-iringan delapan bus itu mengatakan di titik pengecekan kedelapan bus berhenti, lalu sopir mencabut kopiah salah satu jamaah dan meminta tips dengan setengah memaksa.
“Alasan untuk urusan bus. Jika, ada yang belum bayar dia balik lagi dan mengacung kopiah di tangannya,” kata Samrotul dikutip Antara.
Muhaimin menyatakan aksi ugal-ugalan itu terkait erat dengan permintaan uang tips itu.
“Sangat terkait. Mungkin salah satu dari bus yang menabrak kecewa dengan uang tips yang diterima karena tidak sesuai dengan harapannya,” kata Muhaimin.
Setelah di perhentian, salah satu sopir bus menjalankan kenderaannya secara ugal-ugalan dengan mendahului bus rekannya.
“Bus yang didahului tidak mau kalah, lalu kebut-kebutan,” kata Muhaimin. *