Hidayatullah.com—Sekitar 449 jamaah jamaah haji kloter pertama embarkasih Surabaya hari Jumat (10/10/2014) siang tiba.
Dengan menggunakan pesawat Saudi Arabia Airlines, satu per satu jemaah haji asal Sidoarjo dan Surabaya yang tergabung dalam kloter pertama turun di Bandara Juanda, Surabaya, Jawa Timur.
Beberapa jemaah yang tiba langsung melakukan sujud syukur tepat saat mereka menginjakkan kaki di tanah air. Bahkan beberapa di antaranya berdoa dan menangis karena tiba dengan selamat sampai di tanah air.
Kloter pertama ialah kloter yang istimewa, dikarenakan pemberangkatan yang di berangkatkan oleh Gubernur Jawa Timur dan kembali lagi ke tanah air di sambut oleh Wakil Gubernur Jawa Timur oleh Saifullah Yusuf, (Gus Ipul), Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur, Kepala Kementrian Hukum dan HAM Jawa Timur, pihak Kementrian Agama Jawa Timur.
Jamaaj juga mendapat pengecekan kesehatan agar dipastikan datang dalam keadaan sehat.
“Semua jamaah diturunkan di Mina dan ceck up kesehatan dengan pendeteksi suhu tubuh (Thermal Scanner), jika tidak stabil dari suhu manusia biasanya yaitu 30%C maka langsung dibawa ke ruangan isolasi untuk ditangani dan menghindari adanya penularan virus Mers atau ebola,” tutur Kabid Penerimaan Jamaah Haji, M. Syakur. “Kemampuan fisik orang indonesia saat berada di sana adalah 3 hari dan setelahnya insyaallah semunya sudah kebal dan terhindar dari firus firus yang akan terjangkit kepada jamaah,” ujar Manaf salah satu jamaah haji kloter pertama.
Untuk bisa menunaikan haji ke Baitullah, H. Manaf mengaku harus menunggu 6 tahun.
Setelah melakukan pemeriksaan kesehatan ada beberapa dari jama’ah haji yang suhu tubuhnya sangat tinggi melebihi standart manusia biasanya. Satu dehidrasi dan ditangani langsung dengan dikasih air minum, kemudian prempuan dengan suhu badan 38,9 di beri obat penurun panas langsung dan di kembalikan ke klotenya masing masing. Semua itu terdeteksi melalui alat screening penyakit infeksi, yang di siapkan oleh kmentrian kesehatan jawa timur.
“Kami menerapkan sitem surveillance epidemiology (sistem pengamatan secara terus menerus terhadap suatu penyakit di masyarakat). Di sini kita dapat data medis calon jamaah haji, lalu kita sebar ke dinas kesehatan kabupaten dan kota untuk mempermudah jikalau ada jamaah haji yang mulai muncul tanda tanda klinis dan bisa melaporkan ke puskesmas terdekat dalam waktu 21 hari stelah kepulangan mereka dari haji ini, karena 21 hari masa inkubasi mulai penyakit masuk sampek gejala timbul,” Dr Purnomo Agung, Kordinator Kesehatan Haji Embarkasi Surabaya.*/Khuluq