Hidayatullah.com–Organisasi haji dan umrah Iran mengatakan jamaah haji negara itu tidak akan menghadiri ibadah haji tahun ini dengan menuduh Arab Saudi melakukan sabotase dan gagal menjamin keamanan jamaahnya.
Hubungan antara Iran dan Saudi meruncing setelah ratusan warga Iran meninggal dunia dalam musibah Mina pada musim haji lalu.
Musibah Mina Simpang Siur, 300 Jamaah Iran Dinilai Langgar Jadwal Lempar Jumrah
Hubungan bertambah sulit setelah pihak Riyadh memutuskan hubungan diplomatik dengan negeri kaum Syiah ini setelah insiden kedutaan Saudi di Teheran diserbu dan dilempar bom molotov pasca eksekusi tokoh Syiah Nimr Al Nimr.
“Setelah sabotase berkelanjutan oleh pemerintah Arab Saudi, kami dengan ini mengumumkan bahwa jamaah haji Iran dicegah untuk menunaikan haji tahun ini, dan pihak Arab Saudi bertanggung jawab penuh atas keputusan itu,” demikian menurut Organisasi Haji dan Umrah Iran dalam satu pernyataan yang disiarkan media pemerintah Iran.
Media Arab Saudi sebelumnya melaporkan, delegasi Iran meninggalkan kerajaan itu tanpa persetujuan tentang haji, yang merupakan kali kedua negara itu gagal mencapai kesepakatan. Arab Saudi sebaliknya menyalahkan Iran sebagai penyebab kebuntuan ini.
Arab Saudi menggambarkan klaim Iran sehubungan hak jamaah hajinya tahun ini sebagai tidak dapat diterima, apalagi setelah Teheran menuduh Riyadh mencoba membatasi kedatangan warga negara itu.
“Iran menuntut hak untuk mengatur demonstrasi dan untuk mendapatkan keistimewaan yang akan menimbulkan kekacauan dalam pelaksanaan ibadah Haji. Hal ini tidak bisa diterima,” kata Al Jubeir yang disampaikan dalam konferensi pers gabungan bersama Menlu Inggris Phillip Hammond. sebagaimana dilansir Arab News, Senin (30/5/2016).
Awal hari ini Teheran mengatakan, rakyatnya akan lewatkan kesempatan menunaikan ibadah haji namun menuduh Arab Saudi ‘menghalangi warga Iran menuju Allah’.
Jubeir mengatakan, setiap tahun Arab Saudi menandatangani nota kesepahaman dengan lebih 70 negara untuk ‘menjamin keselamatan jamaah’.
“Tahun ini Iran menolak menandatangani memorandum itu,” katanya tetapi menambahkan Riyadh tetap setuju memudahkan urusan perjalanan jamaah Iran meskipun tidak memiliki hubungan diplomatik atau jalur penerbangan, ujarnya dikutip AFP.*