Awal tahun ini, dua orang pengusaha asal Inggris meluncurkan produk minuman halal bernama Qibla Cola, sebagai minuman alternatif ringan pengganti Coca Cola, Pepsi dan beberapa minuman ringan milik Amerika Serikat (AS) yang banyak mendominasi pasaran makanan dan minuman dunia. Zahida Parveen dan Zafer Iqbal, dua orang pengusaha tersebut, memulai usahanya di daerah Derby, Utara England. Semenjak diluncurkan 4 Pebruari lalu, Qibla Cola telah disambut masyarakat muslim di England. Tak kurang hampir setengah juta botol Qibla Cola telah beredar di pasaran. Bahkan sampai ke luar wilayah Inggris. Bahkan untuk memenuhi kekurangan ini, tahun depan direncanakan akan ditambah 1 juta botol dalam sebulan. Semenjak himbauan boikot terhadap produk AS dan Yahudi terus menggema di mana-mana, beberapa pengusaha muslim menyambut baik. Diantaranya membuat produk alternatif agar tidak tergantung pada dominasi Barat. Sebelumnya, telah hadir pula minuman serupa bernama yang di buat seorang pengusaha muslim asal Paris, Tawfiq Mathlouthi dengan slogan nya yang cukup menarik. “No more drinking stupid, drink with commitment”. Hampir sama dengan pendahulunya, Mecca Cola, Qibla memberikan 10 persen keuntungan penjualan untuk membantu penderitaan anak-anak Palestina atas kekejaman Yahudi, Israel. Sementara ini, Qibla diharapkan bisa dipasarkan di beberapa negara dengan penduduk muslim. Diantaranya; Mesir, Pakistan, Malaysia, Indonesia dan beberapa negara Eropa dan Asia yang memiliki penduduk muslim terbesar. (upi/cha)