Hidayatullah.com–Kelompok Yahudi berpengaruh, ADL, the Anti-Defamation League mengecam Mel Gibson yang dianggap telah mencetuskan sentimen anti-Semit.
Film hasil tulisan, arahan dan dikeluarkan Gibson menceritakan kisah Yesus yang disalib dan peristiwa yang terjadi sebelumnya. Film berjudul ?The Passion of Christ?ini telah ditayangkan ke seluruh dunia.
Ketua ADL, Abraham Foxman mendakwa film itu akan membangkitkan rasa benci terhadap Yahudi karena menunjukkan seolah-olah pihak berkuasa Yahudi bertanggungjawab ke atas keputusan menyalib Yesus.
Rabbi Marvin Hier, dari Simon Wiesenthal Center di Los Angeles, mengatakan, pihaknya menerima beratus-ratus e-mel anti-Semit, termasuk yang mengecam tindakan kumpulan Yahudi menapis film Gibson itu.
Kelompok organisasi Katolik turut menyertai kecaman terhadap film itu yang disifatkan telah membangkitkan dakwaan lama bahwa Yesus dibunuh orang Yahudi.
?Kita bimbang yang menjadi antara puncak berlakunya krisis genting dalam hubungan Kristen-Yahudi,? kata Mary Boys, wakil New York Theological Seminary.
Gibson, yang pernah membintangi Lethal Weapon dan pemenang Oscar bagi film ?Brave Heart? mengeluarkan 25 USD juta uangnya sendiri bagi film itu.
Koran Daily Variety menulis perusahaan Newmark akan mengendalikan peredaran film yang dijangka ditayangkan pada 25 Februari tahun depan.
Boikot Malaysia
Selain Mel Gibson, Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Muhammad juga mendapat kecaman keras dari lembaga Yahudi itu. ADL menyebut Mahathir sebagai ?serial anti-Yahudi? yang paling jahat sepanjang sejarah.
Atas peryataan Mahathir dalam sidang OKI beberapa hari lalu, lobi Yahudi The Simon Wiesenthal Centre (SWC) menganjurkan melakukan boikot terhadap pemerintahan Malaysia hingga pemimpin Malaysia mendatang benar-benar tidak melakukan permusuhan terhadap Yahudi.
?Tak bisa dibiarkan sepanjang pemimpim Malaysia terus mengabsahkan kebencian rasis anti-Yahudi yang bodoh dan terorisme, ? ujar Rabbi Abraham Cooper seperti dikutip AFP.
Kaum Yahudi bisa dengan seenaknya mengecam kelompok lain dengan tuduhan ?anti-Semit? bila dianggap telah membahayakan kepentingan Yahudi. Sementara ribuan film yang diproduksi di Hollywood, yang selama ini dikuasainya tidak merasa risih untuk terus-menerus mengobral semangat kebencian terhadap Islam. (afp/sy/cha)