Hidayatullah.com–Menteri-menteri Inggris Raya dilaporkan ikut serta dalam sebuah latihan rahasia untuk mempersiapkan jika Ratu Elizabeth II meninggal, beberapa kantor berita sebagaimana dikutip Daily Sabah.
Berita tersebut muncul beberapa hari setelah monarki mengumumkan bahwa dia tidak dapat lagi menghadiri acara-acara publik karena sakit.
Menurut harian Sunday Times, latihan itu disebut “Castle Dove” dan melibatkan anggota tingkat tinggi pemerintahan Inggris, termasuk wakil Perdana Menteri David Lidington. Beberapa menteri untuk pertama kalinya juga hadir bersama-sama dengan anggota pemerintahan berpangkat lebih rendah untuk mendiskusikan rencana secara rinci jika Ratu Elizabeth II meninggal.
Sehari setelah kematian ratu, juga dikenal sebagai “D+1,” membutuhkan rencana luas untuk mengatur periode berkabung dan suksesi kerajaan.
Kematian Ratu Elizabeth II, yang saat ini berumur 92 tahun, akan dilaporkan kepada BBC dan pemerintah dengan kode “London Bridge is down,” The Guardian melaporkan tahun lalu, menambahkan bahwa kantor media telah menyiapkan banyak liputan untuk insiden semacam itu.
The Guardian juga sebelumnya mengklaim bahwa tradisi penghormatan jasad akan tetap diterapkan pada ratu di Westminster Hall sehingga publik dapat mengunjunginya untuk memberikan penghormatan.
Pemimpin monarki Inggris itu diharapkan menghadiri sebuah acara pada Kamis lalu di Katedral St. Paul bersama dengan Angelina Jolie; namun, seorang juru bicara kerajaan mengatakan bahwa ratu merasa “sedang tidak sehat.”
Meskipun umurnya yang terus bertambah, dia masih memiliki daftar kegiatan yang cukup sibuk untuk dihadiri. Dia menghadiri hampir 300 pertemuan pada tahun 2017 saja, kata Daily Mail pada Senin.*/Nashirul Haq AR