Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pasukan AS ‘Ambil Simpati’ Warga Iraq Saat Ramadhan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 27 Oktober 2003 09:01 9:01 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 27 Oktober 2003 09:01
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Tidak ada santapan makanan, mabuk-mabukan atau merokok di depan publik adalah kebijakan baru yang tengah disiapkan para pasukan militer AS yang berada di Iraq guna menghormati ramadhan.

Mulai Senin, selama ramadan, pihak pemerintah AS mengharapkan pasukannya untuk berpantang makan, minum, melakuka aktivitas seksual, dan merokok selama hari terang benderang alias siang. Ini merupakan kebijakan baru guna menghormati bulan ramadhan yang dianut mayoritas penduduk Iraq.

Pasukan koalisi di bawah pimpinan AS jelas terkait dengan perasaan yang akan meletuskan tindakan kekerasan melawan pasukannya oleh kelompok religius Iraq karena anggapan negeri mereka tengah diduduki militer non-muslim selama ramadhan yang suci.

“Kita sudah meyakinkan semua kekuatan untuk sadar akan implikasi ramadan,” ujar Letjen Ricardo Sanchez, pemimpin pasukan AS dan koalisi.

“Kami sedang meyakinkan kekuatan kita dengan jelas memahami tradisi itu, dan apa yang menjadi sensitif untuk meyakinkan mereka bahwa kami hormat pada rakyat Iraq.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

” Kita tidak ingin tentara kita menghadapi tantangan tabu manapun atau kebiasaan sosial atau praktek religius karena ke luar dari ketidaktahuan,” ujar Letkol Chester C. Egert, chaplain (pembina ruhani) dari Devisi Pasukan Udara 101 di Mosul.

Orang Islam percaya Ramadan menjadi bulan ketika Tuhan mulai untuk menurunkan kita suci al-Quran kepada Nabi Muhammad 1.400 tahun yang lalu. Sepanjang bulan, orang Islam berbuka puasa mereka dengan suatu makanan di sore hari, yang disebut “iftar,” pada matahari terbenam.

Selama ramadhan, pihak otoritas Iraq juga telah membuka kembali jembatan utama di Baghdad ke seberang sungai Tigris sejak hari Sabtu untuk menenangkan lalu lintas yang buntu – sebagai kampanye yang diarahkan untuk meningkatkan gambaran pasukan AS—guna menghindarkan kesalahpahaman.

Beberapa minggu lalu, dalam sebuah persilisihan pasukan AS dengan warga setempat terjadi akibat kebodohan pasukan AS mengenal keyakinan agama yang dianut warga setempat. Dalam sebuah kejadian, pasukan AS dianggap menyaki perasaan warga Iraq ketika seorang pasukan berusaha menggeledah menggunakan anjing guna mengendus-endus tas tangan dari muslimah Iraq.

Tindakan pasukan AS itu kemudian memicu amarah, berhubung tentara AS itu mengeluarkan dan melempar seluruh isi kantong yang ternyta salinan al-Qur’an. Selain itu, wanita yang bekerja sebagai karyawan perusahaan minyak ini juga marah karus tas nya yang berisi kitab suci itu harus diendus oleh anjing yang menurut Islam memrupakan binatang yang memiliki air liur yang dianggap najis dan haram oleh Islam.

Tak ayal, meski tidak menimbulkan korban luka, dalam beberapa menit, peristiwa itu telah memicu konflik antara masyarakat dan pasukan AS.

Bagaimanapun juga, masyarakat Iraq tetap memandang skeptis usaha pasukan AS meski pihak pasukan AS terus mencoba menghormati bulan ramadhan.

“Kami sedang mengerjakan sesuatu yang sangat susah untuk meyakinkan bahwa kita menghormati sesuatu sangat penting bagian dari agama mereka…. kami akan mencoba dan hal-hal perangai yang kita lakukan untuk meyakinkannya bahwa semua orang sedang melakukan,” ujar Kolonel William Harrison dari Devisi Udara 101.

Seorang programer komputer, Hussein Ali (45), mengatakan, ramadan akan menunjukkan apakah orang Amerika “sudahkah berniat baik atau berniat tidak baik.”

“Itu tergantung pada bagaimana mereka akan berhadapan dengan kami,” ujarnya.

Seorang Imam pada masjid Haibat Khatoun di Mosul tidak menuntut melakukan serangan pada orang Amerika tetapi mengatakan tidak boleh melupakan bahwa mereka akan menghabiskan dan melewati bulan ramadhan di bawah. dominasi militer AS.

Menghadapi Stres

Menurut pusat komando pasukan di AS, masalah moril pasukan, adalah masalah paling serius dan paling digaris bawahi di wilayah Iraq. Beberapa minggu ini, dikabarkan lebih dari 30 tentara AS telah meninggalkan Iraq dan tidak melaporkan kembali ke unit mereka. Sekitar 1.300 pasukan sejauh ini sudah dibawa pulang dan 34 lainnya digagalkan untuk kembali ke Iraq.

Suatu polling suara oleh surat kabar militer Stars and Stripes mencatat, 1.935 dari tentara AS di Iraq minggu lalu telah ditemukan bahwa 49 persen moril di unit mereka sangat rendah. Suatu kelompok pembelaan militer mengutip dua kasus yang dimuat di Washington Post di mana tentara AS yang bertugas di Iraq saat diwawancarai mengatakan mereka tidak ingin kembali lagi ke Iraq.

Angkatan perang AS juga menghadapi masalah serius perihal kondiri moralitas pasukannya yang terus menurun saat bertugas di Iraq yang dimungkinkan akibat depresi dan stres. (ap/cha)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Liberalisasi Islam dan Agenda Global Barat
Tulisan selanjutnya Pesan Ramadan Dari Bush

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali

Berita
5 Juni 2026 14:35
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?