Hidayatullah.com–Setelah melewati dengar pendapat umum pada 3 Agustus, berdasarkan hasil voting 6-4 yang dilakukan The Fairfax County Board of Supervisors, akhirnya Islamic Saudi Academy mendapatkan izin perluasan area pendidikannya di kota Fairfax, Virginia, Amerika Serikat.
Dengan izin itu ISA bisa membangun sebuah gedung baru yang akan mampu menampung 500 orang siswa.
Islamic Saudi Academy adalah sebuah lembaga pendidikan yang didirikan pada tahun 1984. Sekolah itu memiliki 1.000 siswa, mulai dari pra-taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas (kelas 12). Sekitar 80% siswanya merupakan warga negara AS yang berasal dari komunitas Muslim.
Sebagian besar siswa menggunakan gedung sekolah yang ada di lokasi kedua, di Alexandria, Fairfax. Sekolah ini merupakan satu-satunya lembaga pendidikan yang dibiayai oleh pemerintah Arab Saudi di Amerika Serikat.
Pemberian izin pembangunan gedung baru itu tentu saja memicu protes kelompok masyarakat yang anti-Islam.
“Bagaimana bisa mereka… Apakah mereka siswa baik-baik? Katakanlah mereka siswa baik-baik, tapi mereka mempelajari hal yang salah,” kata kritikus pendidikan Ruth Mizell, setelah voting dilakukan, sebagaimana dikutip MyFOXDC.
“Kita harus mencegah orang-orang ini. Perjelas ini, mereka mungkin bisa membeli 6 suara itu, tapi mereka tidak bisa membeli suara saya,” kata Lafferty. “Kami akan dukung –bahkan jika itu Pee Wee Herman– kami akan dukung siapapun yang menentang mereka.”
James Lafferty ini memang sepertinya seorang penderita Islamophobia. Ia adalah Ketua Virginia Anti-Shariah Task Force (VAST).
Pada 13 Juli 2009 FoxNews dalam beritanya tentang koalisi penentang ISA, mengutip Lafferty, “Hukum syariah itu anti-konstitusi dan kami merasa itu adalah hal yang sangat tidak pantas untuk dipergunakan di tanah ini, di negara di mana konstitusi itu lahir.”
Lafferty bersama 10 kelompok lainnya menentang perluasan area sekolah dengan alasan sekolah itu mengajarkan hukum syariah, yang berarti mengganti konstitusi AS dengan hukum yang “sangat terbelakang dan barbar.”
Lebih konyol lagi pernyataannya kepada FoxNews ketika itu seperti orang yang paham benar dengan agama Islam. Katanya, “Hukum syariah memberikan hak berdasarkan jenis kelamin dan agama. Mereka membagi hak berdasarkan gender dan agama. Jika Anda seorang laki-laki dan Muslim, maka Anda punya hak. Jika tidak, maka Anda tidak punya hak.”
Begitu sengitnya perlawanan kelompok anti-Islam itu, hingga FoxNews menyebut dalam laporannya (13/7) dengan “Perang suci sedang terjadi di Virgina.”
Sejumlah orang dalam dengar pendapat umum mengatakan, mereka khawatir terjadi kemacetan di sekitar lokasi. Sementara sejumlah lainnya beralasan keberatan dengan ideologi yang diajarkan dalam kurikulum sekolah.
Dalam websitenya dikatakan, lembaga pendidikan ISA bertujuan membekali para siswa dengan bekal akademik yang baik, sekaligus nilai-nilai Islam dan keterampilan berbahasa Arab.
Pejabat kota Fairfax sendiri mengatakan, izin diberikan semata berdasarkan atas kebutuhan untuk perluasan bangunan, bukan berdasarkan apa yang terjadi di dalam kelas.
Sekolah itu juga sudah menjalani serangkaian pemeriksaan terkait kurikulum agama, yang telah direvisi berkali-kali untuk menghilangkan kalimat berbau jihad.
Para siswa, orangtua, dan guru mengatakan, sekolah itu tidak mengajarkan intoleransi.
“Selama saya bersekolah di ISA, saya tidak pernah diajarkan untuk membenci siapapun,” kata Heba Rashed, 16 tahun.
Kurikulum sekolah itu direvisi pada awal tahun ajaran 2008-2009, setelah Commission on International Religious Freedom AS mengecam buku teks yang digunakan.
Para kritikus pendidikan mengatakan, sebagian besar materi yang bersifat ofensif telah dikeluarkan. “Pembahasan tentang pembunuhan tidak ada lagi,” kata Ali Al-Ahmad, Kepala Institute for Gulf Affairs yang juga kritikus pemerintah Arab Saudi.
Pengacara Lynne Strobel yang mewakili pihak sekolah menyatakan, kegembiraannya terhadap hasil voting dan mengatakan sekolah akan berusaha mengatasi kemacetan lalulintas yang mungkin terjadi. [di/fn,mf/hidayatullah.com]