Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Turki-Suriah “Bersatu” Tingkatkan Persaudaraan Regional

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 16 Oktober 2009 12:51
Bagikan
Bagikan

 Hidayatullah.com– Menteri Luar Negeri Turki dan Suriah pada hari Selasa (13/10) menandatangani kesepakatan  untuk menghapuskan visa kunjungan di antara kedua negara. Perjanjian ditandatangai di pintu gerbang perbatasan Öncüp?nar. Sebagai simbol kesepakatan itu, keduanya bersama dengan rekan-rekan mereka mengangkat palang pembatas perbatasan dan melepaskan burung-burung dara berwarna putih.
 Dengan ditandatanganinya kesepakatan tersebut oleh Menlu Turki Ahmet Davutoglu dan Menlu Suriah Walid Muallem, maka warga Suriah dapat berkunjung ke Turki tanpa visa dan demikian pula sebaliknya. Mereka dapat tinggal di negara tetangganya itu tanpa visa selama hingga 90 hari dalam kurun waktu enam bulan.
 Perjanjian yang diberi nama “Kesepakatan Dewan Kerjasama Strategis Tingkat Tinggi” itu sama seperti perjanjian antara Turki dan Iraq yang ditandatangani baru-baru ini.  Perjanjian pencabutan visa merupakan salah satu aspek saja dari hubungan bilateral di berbagai bidang antara Turki dan Suriah. Tujuan utamanya, sebagaimana disebutkan oleh Devutoglu adalah “integrasi maksimum.”
 “Saya menganggap hari ini adalah hari raya ketiga bagi rakyat kedua negara,” kata Davutoglu merujuk pada dua hari raya Islam, Idul Fitri dan Idul Adha.
 “Dua negara kami ini sekarang bekerja seperti satu delegasi,” tambahnya. Ia berharap kerjasama strategis kedua negara itu akan menjadi model bagi negara-negara di wilayah regional mereka.
 Sementara itu Muallem mengatakan, “Hari ini adalah hari yang sangat bersejarah. Kami menyiapkan hal ini sebagai contoh untuk persaudaraan antar negara. Kami berharap negara-negara lain dapat juga membangun hubungan kerjasama strategis yang meliputi semua bidang.”
 Davutoglu menegaskan bahwa hubungan Turki-Suriah itu tidak menentang negara lain dan bukanlah alternatif dari bentuk hubungan lain. Menurutnya, Suriah akan menjadi tetangga Uni Eropa — mengingat Turki akan bergabung dengan perkumpulan tersebut. Ini berarti Timur Tengah akan menjadi tetangga Uni Eropa. Kondsi seperti itu menurut Davutoglu merupakan kesempatan baik bagi pihak-pihak yang peduli.
 Keeratan hubungan Turki-Suriah ini cukup unik mengingat satu dekade lalu, tepatnya pada musim gugur 1998, Turki dan Suriah sempat tegang dan bersiaga untuk perang karena kasus tokoh suku Kurdi Abdullah Ocalan yang juga pemimpin Partai Pekerja Kurdi (PKK). Saat itu tentara Turki bergerak menuju Suriah dengan tujuan menuntut agar Ocalan diserahkan dan meminta Suriah agar berhenti mendukung separatis Kurdi. Presiden Suriah Hafez Al-Assad akhirnya menyetujui dan mendeportasi Ocalan–yang kemudian ditangkap oleh pasukan khusus Turki di Kenya. Setelah itu kamp pelatihan PKK di Suriah dan Libanon ditutup.[di/wb/tz/hidayatullah.com]
  

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Universitas Trisakti akan Beri Award Pada Pelaku Bisnis Syariah
Tulisan selanjutnya Pengedar Pin Nabi Muhammad Diinterogasi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Rektor UIN Tulungagung: Jangan Jauhkan Anak dari Masjid

Berita
4 Agustus 2026 07:00
Komisi Dakwah MUI: Amar Ma’ruf dan Nahi Munkar Harus Disampaikan dengan Hikmah dan Solusi
‘Masjidnya Rasulullah Berfungsi sebagai Sekretariat Negara’
152 Warga Palestina Syahid pada Juli, Tertinggi Tahun Ini
Dapat Kartu Pink Pengungsi Myanmar Mulai Diperbolehkan Bekerja di Thailand

Terbaru

  • Erdogan Buka Pintu Bagi Negara Sahabat Gabung Perjanjian Pertahanan Makkah
  • Tiga Negara Muslim Bersatu, Serangan ke Satu Negara Dianggap Serangan ke Semua
  • Nasyiatul Aisyiyah Gelar Muktamar ke-15, Dihadiri 6.700 Kader
  • Jangan Jadikan Lomba dan Karnaval HUT RI Ajang Promosi LGBT dan Judi
  • Serangan Houthi Lukai 11 Orang, Koalisi Saudi: Sengaja Targetkan Sipil
  • Menko Pangan: Ponpes dengan 1.000 Santri Lebih Boleh Bikin SPPG
  • Investigasi Drop Site: Ada Pejabat PBB Jadi Informan ‘Israel’
  • Mayoritas Orang Amerika Menentang Perang AS-Iran, Menurut Jajak Pendapat Reuters/Ipsos
  • Kebohongan Profesor Cambridge Jason Arday yang Diungkap Media
  • Dua Tentara Penjajah ‘Israel’ Tewas Akibat Bom di Lebanon Selatan

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?