Hidayatullah.com—Kelompok pejuang Taliban dalam aksi sukses menyiutkan nyali badan dunia tersebut, melancarkan serangan verbal lewat internet. Mereka menuding PBB mendukung penindasan terhadap kaum muslim.
Dalam pernyataan tertulisnya, Taliban menyebut penindasan itu sudah berlangsung delapan tahun. Tepatnya sejak pejuang Taliban digulingkan Amerika Serikat (AS) dari pemerintahan lewat invasi militer pada 2001 lalu.
“PBB mendukung penindasan dan tekanan terhadap kaum muslim, dan juga bersekutu dengan para penjajah yang arogan,” papar Taliban, seperti dilansir AFP.
Organisasi yang pernah berkuasa di Afghanistan lima tahun (1996-2001) itu juga mengkritik Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon terkait janjinya untuk menyeret para pelaku kejahatan ke meja hijau. Sebab, dengan mendukung kaum penjajah, diplomat asal Korea Selatan (Korsel) tersebut telah melanggar janjinya sendiri. Selama delapan tahun, PBB pun disebut-sebut ikut melestarikan kekejian terhadap masyarakat muslim Afghanistan.
“Mereka (PBB) punya andil dalam pembunuhan massal warga Afghanistan. Mereka juga yang menyebabkan tragedi dan penderitaan tak berkesudahan di negara ini,” tandas Taliban dalam pernyataan yang ditayangkan di situsnya kemarin.
Lebih lanjut, kelompok yang diklaim AS sebagai teroris itu menyatakan bahwa PBB selalu diam saat pasukan asing merenggut sejumlah besar nyawa warga sipil lewat serangannya.
Karena itulah, Taliban melancarkan serangan ke wisma tamu PBB dan menewaskan sembilan orang pekan lalu.
Saat ini, lebih dari 100.000 serdadu asing berada di Afghanistan dalam misi perang teror yang dikampanyekan AS. Sangat mungkin, jumlah kekuatan pasukan multinasional itu akan bertambah. Sebab, Presiden Barack Obama tengah mempertimbangkan pengiriman pasukan tambahan dalam waktu dekat. Meski demikian, kekuatan mental tentara asing dan NATO belakangan telah jatuh menghadapi kekuatan pejuang Taliban yang belum benar-benar bisa dikalahkan. [jap/hidayatullah.com]