Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

12 Persen Yahudi-Amerika berusia Lanjut adalah Ortodoks

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 7 September 2010 14:02
Bagikan
Bagikan

 Hidayatullah.com–Pengarang sebuah buku baru mengenai Yahudi-Amerika berpendapat jika komunitas ini lebih lekat pada Israel daripada pendapat yang dipaparkan para pakar. Berdasarkan survey yang diadakan akibat tragedy flotilla, studi ini menemukan “keseluruhan stabilitas dalam hubungan dekatnya  Yahudi-Amerika pada Israel lebih dari seperempat abad.” Bahkan beberapa sosiologis Yahudi membalas jika penelitian ini jelas-jelas menunjukkan kekecewaan kaum muda Yahudi-Amerika atas Negara Yahudi.
 Menurut studi baru, 63 persen responden merasa “sangat” atau  “banyak” terhubung dengan Israel. Tiga perempat dari mereka mengatakan peduli akan Israel  “sebagai bagian dari identitas Yahudi mereka”. Responden di bawah usia 45 tahun “merasa sedikit terhubung dengan Israel,” mereka “menganggap Israel penting sebagai identitas Yahudi mereka.”
 Pengarang buku ini berpendapat Yahudi muda “sedikit banyak ikut dalam survey terbaru, tetapi tidak secara konsisten”. menurut buku yang berjudul “Still Connected: American Jewish Attitudes about Israel” – yang diluncurkan minggu lalu Oleh Cohen Center milik Brandeis University untuk Studi Yahudi Modern. 
 Si pengarang buku Theodore Sasson, Benjamin Phillips, Charles Kadushin dan Leonard Saxe – menjelaskan ketika pendekatan terhadap Israel sangat rendah diantara kelompok usia muda, hal ini dapat dihubungakan dengan satu dari dua fenomena. “Beberapa peneliti,” mereka menulis, “menghubungkan dengan kecendrungan akan meningkatnya jarak waktu sementara akan kesuksesan  dari Holocaust, penemuan Negara, dan Perang Enam hari.
 “Bagaimanapun, para peneliti berpendapat “penjelasan alternatif yang memandang pendekatan sebagai peningkatan  kehidupan.”
 Para peneliti kemudian menyarankan “kebutuhan  akan pertimbangan ulang mengenai cerita popular akan menurunnya kedekatan Yahudi Amerika dengan Israel.
 ”Sementara situasi memunculkan “volatile,” prediksi akan pecahnya hubungan Yahudi Amerika dan Israel” tidak ditemukan berdasarkan opini terbaru dari Yahudi  Amerika,” hasil kesimpulan mereka. Mereka juga mensurvei secara tajam sebuah essay oleh Peter Beinart dalam New York Review of Books yang memicu perdebatan terbaru mengenai semakin meningkatnya perpecahan yang dirasakan antara Yahudi Amerika dan Israel.
 Beinart yang menyatakan jika anak-anak sekuler Zionis tidak lama mendukung Israel dalam dekade pertama mengikuti kedekatan orangtua mereka pada Negara.  “Malah”, ia menulis, “mereka lebih menyadari akan tingkatan tindakan kejam liberal Israel daripada yang disadari orangtua mereka, dan sedikit berharap untuk memberi Israel pembebasan karena perjuangan mereka terlihat berbahaya.”
 Beinart bercerita pada Anglo File minggu ini jika ketika masih ada Yahudi Amerika yang dekat dengan Israel, dia  meyakini jika hal ini berlaku pada Yahudi Non Ortodoks, yang selalu menurun dari satu generasi ke generasi selanjutnya..
 Pengarang buku mengatakan “percaya jika anak muda akan lebih dekat ketika ia mulai tua. Saya rasa ini adalah kesimpulan yang meragukan. Walaupun studi menunjukkan jika orang Yahudi antara usia 30 dan 40 kurang dekat dengan Israel dibandingkan ketika di usia 18 dan 29, yang menyarankan jika orang-orang yang menuju usia menengah tidak lebih terhubung dengan Israel.”
 Beinart menekankan essay-nya fokus akan Yahudi Non-Ortodoks. “Lebih banyak generasi muda Yahudi Ortodoks daripada generasi tuanya- 12 persen dari Yahudi Amerika berusia lebih dari 60 adalah Ortodoks, tetapi 34 persen antara 18-24 tahun adalah [Ortodoks].”
 Studi Brandeis ini tidak memilah hasil temuannya ke dalam kategori afliasi keagamaan, ia megatakan, menambak kelompok yang tertutup pada kelompok yahudi muda Non-Ortodoks akan menunjukkan kerenggangan dalam kelompok dalam kapasitas kedekatan dengan Israel dalam lingkup lebih besar. 
 Steven M. Cohen, seorang sosiologis ternama dari kelompok Yahudi Amerika yang tinggal di Amerika dan Israel, juga mengatakan jika “Yahudi liberal dan Yahudi muda lebih terasingkan dalam mendukung Israel.” Pengarang dari studi Brandeis  mengatakan “benar untuk rata-ratanya, tapi tidak benar untuk jumlah perkembangan yang tidak dekat,” ia mengatakan pada Anglo File.
 “Sangat memungkinkan jika kita melihat, seperti apa yang saya sarankan beberapa tahun lalu, dongeng mengenai dua Yahudi, di mana salah satu bagian Yahudi- kemudian menikah- menjadi lebih Yahudi dan bagian lainnya menjadi kurang Yahudi, oleh karena itu rata-ratanya sama tetapi jumlah yang terpisah meningkat.”
 Chaim Waxman, yang mengajar sosiologi di Rutgers sebelum pindah ke Yerusalem, mengatakan jika deskripsi Beinart adalah akurat, tetapi ia tidak setuju dengan analisinya.
 “Saya rasa benar terdapat  jarak tetapi tidak terbatas jarak dengan Israel, dan saya tidak merasa jarak ini merupakan hasil akibat darimiliter dan kebijakan Israel, seperti yang Beinart katakan ”Waxman mengatakan pada Anglo File. “Jarak ini berasal dari kelompok Yahudi dan kelompok yahudi kolektif secara umum, dan ini tidak terbatas hanya pada Israel.”
 Contoh dari jarak dapat dilihat di beberapa area lain yang tidak berhubungan dengan negara Yahudi, seperti rasa tanggung jawab yang lebih rendah terhadap semua Yahudi di seluruh bagian dunia dan kemunduran filantropi Yahudi Amerika, Waxman mengatakan “Jika terdapat kemunduran pendekatan terhadap Israel secara empirik adalah benar.” [Raphael Ahren/hrz/cam/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tak Ingin Bepaling DariMu Hanya Karena Ingin Buah Hati
Tulisan selanjutnya MUI: Penentuan 1 Syawal Tunggu Hasil Rukyat dan Hisab

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Wakaf Al-Qur’an, Tumbuhkan Generasi Qurani di Cibuntu

Berita
17 Juni 2026 11:24
Dua Ledakan di Jalan Raya Khyber Pakhtunkhwa Sedikitnya 7 Orang Tewas
AI Grok Besutan Elon Musk Dipakai dalam Serangan AS Terhadap Iran
Label Teroris untuk Palestine Action Dibenarkan Pengadilan Banding Inggris
Pentagon Perlu $80 Miliar untuk Tutup Biaya Perang Iran dll

Terbaru

  • Pentagon Perlu $80 Miliar untuk Tutup Biaya Perang Iran dll
  • Dua Ledakan di Jalan Raya Khyber Pakhtunkhwa Sedikitnya 7 Orang Tewas
  • Pesepakbola Paraguay Jadi yang Pertama Diusir dari Lapangan Piala Dunia karena Menutup Mulut
  • Pengadilan Penjarakan Orang Tua dari Bocah Pelaku Penembakan di Sekolah Beograd Serbia 2023
  • Label Teroris untuk Palestine Action Dibenarkan Pengadilan Banding Inggris
  • Amerika Serikat Hentikan Pendanaan Program HIV di Afrika Selatan
  • Hujan Hitam di Moskow Usai Ukraina Bombardir Pengilangan Minyak Rusia
  • Jangan Cuma di Stadion, Pria Jepang Diminta Ikut Bantu Bersihkan Rumah
  • Tiga Kapal Tanker Saudi Melewati Selat Hormuz Setelah Iran-AS Sepakat Mengakhiri Perang
  • Semua Biaya Ditanggung Qatar Kirim 1.000 Pendukung Timnas Jelang Laga Versus Kanada

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?