Hidayatullah.com – Kekerasan pemukim ilegal ‘Israel’ tidak hanya menyasar Muslim Palestina, tetapi juga warga dari agama lain. Melansir Palestine Chronicle, para pemukim ‘Israel’ menyerang sebuah gereja Armenia di Kota Tua Yerusalem pada Ahad.
Mereka meludahi pintu masuknya dan melempari bangunan itu dengan batu, menurut Palestine Chronicle mengutip Pemerintah Provinsi Yerusalem pada Senin (03/08/2026).
Menurut pemerintah provinsi, insiden semacam ini telah berulang kali terjadi kepada tempat-tempat suci Kristen di wilayah Yerusalem Timur yang diduduki ‘Israel’.
Rekaman video yang dipublikasikan pemerintah provinsi memperlihatkan insiden tersebut dengan jelas. Dalam video tampak setidaknya lima ekstremis ‘Israel’ berkumpul di luar gereja, meludahi pintu masuknya sebelum melemparkan batu ke bangunan tersebut.
Pola Serangan
Insiden terbaru ini menyusul serangan berulang kali oleh pemukim ilegal dan ekstremis ‘Israel’ terhadap gereja-gereja di Kota Tua Yerusalem selama beberapa bulan terakhir, termasuk beberapa insiden di mana pendeta dan jamaah Kristen menjadi sasaran pelecehan dan peludahan.
Menurut Komite Kepresidenan Tinggi Palestina untuk Urusan Gereja, setidaknya terjadi 45 serangan terhadap penganut Kristen dan tempat-tempat sucinya sejak awal tahun ini.
Komite tersebut sebelumnya telah memperingatkan tentang peningkatan serangan terhadap gereja, pendeta, dan komunitas Kristen di Yerusalem yang diduduki.
Dalam pernyataan terpisah, Pemerintah Provinsi Yerusalem mengatakan seorang sopir bus Arab diserang secara brutal oleh sekelompok pemukim Israel di Yerusalem Timur yang diduduki. Akibatnya, sopir tersebut mengalami luka yang cukup parah hingga harus dibawa ke rumah sakit.
Kekerasan yang Meningkat
Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya serangan oleh pasukan penjajah ‘Israel’ dan pemukim ilegal Yahudi di seluruh Tepi Barat dan Yerusalem Timur yang diduduki sejak dimulainya genosida Zionis di Gaza pada Oktober 2023.
Menurut angka resmi Palestina, operasi militer ‘Israel’ dan serangan pemukim telah membunuh sedikitnya 1.182 warga Palestina, melukai sekitar 13.000, dan mengakibatkan sekitar 24.000 penangkapan di seluruh Tepi Barat yang diduduki selama periode yang sama.*




