Hidayatullah.com – Direktur Jaminan Produk Halal Kemenag, Fuad Nassar, menyebut masjid perlu dikembangkan menjadi ruang yang dekat dengan generasi muda. Hal tersebut disampaikannya saat mewakili Direktur Jenderal Bimbingan Islam dalam seminar bertajuk “Masjid Harmony: Religious Diplomacy and Global Peace” di Masjid Al-Akbar Surabaya pada Ahad (02/08/2026).
Dalam seminar yang merupakan rangkaian kegiatan pra-Internasional Grand Imams Conference (IGIC) 2026 itu, Fuad menyoroti turunnya partisipasi remaja dan pemuda di masjid-masjid.
Menurutnya, hal itu perlu ditanggapi dengan pendekatan modern yang relevan dengan minat dan bakat generasi muda.
“Kita menghadapi fenomena di sejumlah daerah tentang menurunnya aktivitas remaja masjid. Ini perlu diimbangi dengan kegiatan yang sesuai dengan passion generasi muda. Masjid perlu dikondisikan sebagai meeting point anak muda, Gen Z, dan anak-anak sesuai minat mereka,” ujar Fuad.
Rasulullah SAW, imbuhnya, telah mencontohkan upaya memakmurkan masjid dengan menempatkan masjid sebagai basis peradaban, kesejahteraan umat dan dakwah.
Ia juga mengharapkan masjid dapat menjadi solusi bagi masalah di masyaraat melalui program edukasi dan pelatihan praktis.
“Masjid perlu didorong menggelar pelatihan manajemen keuangan, parenting, hingga bimbingan perkawinan. Banyak sekali isu dan kebutuhan keumatan yang bisa diselesaikan dari masjid,” imbuhnya.
Saat ini Ditjen Bimas Islam Kemenag juga telah menggulirkan berbagai program inklusif, mulai dari program ekonomi masjid, masjid ramah anak, ramah disabilitas, ramah lansia, hingga masjid ramah pemudik saat momen Idulfitri. Dalam hal ini, imam masjid memegang peran sentral untuk mengorkestrasi seluruh fungsi tersebut.
Kemenag mendorong penerapan trilogi manajemen masjid berupa pemeliharaan fisik, pengelolaan adminsitrasi serta pengembangna kegiatan.*




