Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Banyak Perempuan Myanmar Jadi Sasaran Pemerkosaan Tentara

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 26 November 2010 09:14
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Semenjak junta militer mengambil alih kekuasaan di Myanmar tahun 1962, perempuan dari etnis minoritas kerap mengalami pemerkosaan dan penyiksaan yang dilakukan oleh para tentara.
Baru sejak delapan tahun lalu, organisasi bantuan perempuan Shan Women’s Action Network atau SWAN mulai mendokumentasi kejahatan seksual yang dialami etnis Shan di Myanmar. Dalam kurun waktu enam tahun ada 625 kasus. Laporan lain organisasi ini juga menunjukkan, bahwa perempuan dari etnis minoritas lainnya juga tidak aman dari kejahatan seksual yang dilakukan tentara pemerintahan.
Menurut SWAN, 60 persen pelakunya adalah perwira. 30 persen korban adalah remaja perempuan di bawah umur. 25 persen perempuan yang menjadi korban pemerkosaan meninggal setelahnya. Dan yang paling mengejutkan, hanya 1 persen pelaku yang dijatuhi hukuman oleh pengadilan Myanmar.
Kasus terakhir terjadi awal November lalu, di malam menjelang pemilu di Myanmar. Demikian menurut Hseng Nouong Lintner, aktivis SWAN.
“Hingga kini, rezim militer memiliki kekuasaan penuh atas negara ini. Dan para pemegang kekuasaan setiap harinya melanggar hak asasi manusia. Para pelaku dengan sengaja tidak menutup-nutupi perbuatan mereka. Jika ada tentara yang memperkosa seorang perempuan, maka yang melarikan diri akhirnya seluruh anggota keluarga perempuan tersebut. Dengan metode ini, etnis tertentu akan berkurang. Saya mendengar cerita kasus ibu dan anak perempuan, dimana keduanya diperkosa di waktu bersamaan. Mereka dipaksa untuk pindah ke lokasi lain. Suatu malam datang tentara yang memperkosa mereka di saat mereka masih tidur.”
Baru-baru ini juga muncul dugaan, bahwa kejahatan seksual secara sistematis ini berkaitan dengan kepentingan ekonomi. Michel Roy, pengamat tema pemerkosaan di konflik bersenjata internasional, mengungkap hal tersebut.
“Kini semakin jelas. Jika dalam konflik bersenjata banyak perempuan yang diperkosa, maka latar belakangnya biasanya juga akses ke sumber daya alam. Demikian halnya di Birma, di Kolumbia, di Republik Demokratik Kongo dan negara lain. Ini mengenai pemanfaatan sebuah negara, menekan warganya dan mencegah terjadinya perlawanan.”
Hseng Noung Lintner dari organisasi SWAN menjabarkan berbagai rencana pembangunan di Myanmar. Antara lain jalur pipa gas yang melewati kawasan etnis minoritas dan tanggul di sungai-sungai untuk mendapatkan listrik bagi kota-kota di Cina dan Myanmar. Agar rencana tersebut terwujud, penduduk di kawasan itu diusir dan ditekan dengan segala cara.
Bulan Maret lalu, untuk pertama kalinya pejabat khusus PBB untuk urusan HAM di Birma, Tomas Ojea Quintana, menuntut secara terbuka pembentukan komisi penyelidikan tentang kasus tersebut. Hseng Noung Lintner berharap, bahwa dengan adanya komisi tersebut, situasi daramatis para perempuan dari etnis minoritas di Myanmar bisa terungkap. “Kami membutuhkan dukungan internasional untuk menemukan cara menghentikan militer di Birma. Harus ada jalan keluarnya. Kami berharap adanya tekanan politis dari kepala pemerintahan negara tetangga dan dunia internasional.” [dwwd/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pakar Inggris Ramalkan Euro Bakal Tumbang
Tulisan selanjutnya Lebih dari Setengah TKW Hanya Lulusan SD

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Berita
30 Mei 2026 13:38
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Terbaru

  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?