Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

RMS Bantah Kirim Senjata ke Maluku

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 4 Oktober 2011 09:17
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Pemimpin gerakan sparatis Maluku, Republik Maluku Selatan (RMS) John Wattilete (nama lengkapnya Johannes Gerardus Wattilete) membatah pihaknya telah mengirim senjata ke wilayah konflik Maluku. Pernyataan ini disampaikan Wattilete mengomentari artikel di harian Belanda, Trouw, yang menyatakan pejuang Kristen di Maluku itu menerima ratusan senjata dari RMS, yang diselundupkan lewat kontainer kapal laut ke Kepulauan Maluku.

“Omong kosong,” ujar John Wattilete. 

“Tidak ada hubungannya antara peran kami di sana dan konflik yang terjadi. Saya tidak tahu siapa sumber dari jurnalis ini dan dari mana ia mendapatkan berita itu. Apa yang tercantum di koran itu menyatakan keterlibatan RMS di Belanda atas konflik di Maluku dengan pengiriman senjata. Saya juga tidak tahu bagaimana berita ini sampai muncul. Saya juga bertanya-tanya siapa yang menjadi sumber berita ini,” ujarnya dikutip Radio Nederlands, Selasa (3/10/2011).

John Wattilete melanjutkan, dulu ia memang sering mendengar tuduhan seperti itu.  Pria yang namanya berada di balik gugatan penangkapan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)di Belanda tahun 2010 ini menyatakan situasi di Maluku sekarang mengkhawatirkan, namun ia melihat posisi Muslim dan Kristen di Maluku semakin kuat. Kendati ia tak bisa meramalkan sampai berapa lama itu bisa terjadi.

Separatisme

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Belum lama ini, menanggapi konflik terbaru di Ambon, mantan Ketua PBNU KH Hasyim Muzadi menyinggung masalah separatisme sebagai akar permasalahan, bukan pertikaian agama.

“Sparatisme RMS memerlukan konflik lokal yang diatur secara nasional bahkan internasional. Cara yang paling murah adalah menciptakan konflik agama yang dipercepat dengan faktor kemiskinan rakyat, daripada menggunakan issue yang lain yang lambat dan mahal,” ujar Hasyim yang juga Presiden World Conference on Religion for Peace (WCRP) yang berkedudukan di New York itu, Rabu (14/9/2011) dikutip inilah.com.

John Wattilete lahir di Belanda pada 1954, sebagai generasi kedua RMS di negara itu. Ibunya orang Belanda dan ayahnya berasal dari Maluku Selatan. Lulusan Universitas Nijmegen ini sehari-hari berprofesi sebagai pengacara di Belanda.

Pada era 90-an, ia masuk organisasi pemuda Maluku di Belanda. Tak lama setelah bergabung, pada 1995 ia diangkat menjadi Menteri Urusan Umum di kabinet RMS. 17 April 2010 dia dilantik sebagai Presiden RMS pertama yang lahir di Belanda.

Di awal era Reformasi, pada 1999 ia ke Tanah Air bersama pendeta Otto Matulessy, delegasi RMS, bertemu dengan Presiden BJ Habibie.

Pria yang kini di pengasingan itu mendadak tenar di Indonesia setelah pernah meminta pengadilan Belanda menangkap SBY.*

Foto: tempointeraktif

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Menhut: Dai Bisa Jadi Jubir Lingkungan
Tulisan selanjutnya RUU Intelijen Bisa Berdampak Buruk bagi Jurnalis Investigatif

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

Berita
18 Juli 2026 10:12
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?