Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Ini Alasan Gibraltar Tak Penuhi Tuntutan AS untuk Menyita Tanker Iran

Ama Farah
Terakhir diupdate: 19 Agustus 2019 18:34 6:34 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 19 Agustus 2019 18:34
Bagikan
Tanker Iran Grace 1 diubah namanya menjadi Adrian Darya 1.
Bagikan

Hidayatullah.com–Gibraltar menolak tuntutan Amerika Serikat agar menahan sebuah tanker minyak Iran, dengan mengatakan bahwa pihaknya terikat dengan hukum yang berlaku di Uni Eropa. Pihak berwenang di British Overseas Teritory itu hari Kamis (15/8/2019) mencabut perintah penahanan Grace 1, yang ditahan sejak awal Juli.

“Pihak Otoritas Pusat tidak dapat memenuhi perintah tersebut disebabkan penerapan hukum Uni Eropa dan perbedaan dalam aturan pemberian sanksi atas Iran di UE dan AS,” kata pernyataan dari pihak Gibraltar seperti dikutip RFI Sabtu (18/9/2019).

“Sanksi yang diberikan EU terhadap Iran –yang mana berlaku di Gibraltar– jauh lebih sempit dibanding yang diterapkan di AS,” imbuhnya.

Sebuah pengadilan federal AS mengeluarkan surat perintah penyitaan internasional atas tanker Iran tersebut, berikut minyak yang diangkutnya, serta uang $995.000 di dalam sebuah rekening bank AS yang tidak disebutkan namanya yang berkaitan dengan perusahaan Paradise Global Trading LLC. Perusahaan itu disebut-sebut sebagai perusahaan tempurung yang menangani bisnis-bisnis yang berkaitan dengan Garda Revolusi Iran.

Tanker itu ditahan oleh Marinir Kerajaan Inggris pada bulan Juli setelah pihak berwenang meyakini kapal tersebut membawa minyak untuk Suriah, tindakan yang merupakan pelanggaran terhadap sanksi Uni Eropa.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Meskipun awalnya tanker itu berbendera Panama, otoritas negara Amerika Tengah itu mengatakan bahwa pihaknya telah mencoret tanker itu dari daftar pada bulan Juli, setelah mendapat informasi tentang keterkaitannya dengan pendanaan terorisme.

Hari Senin (19/8/2019), laporan Reuters menyebutkan bahwa Tanker Grace 1 sudah diganti namanya menjadi Adrian Darya 1 dan mengangkat jangkar meninggalkan Gibraltar sekitar pukul 11 malam (2100GMT) hari Ahad. Kapal itu berlayar lagi mengarungi Laut Mediterania menuju Yunani. Data pelacakan pelayaran Refinitiv menunjukkan pada Senin dini hari tanker yang kini menggunakan bendera Iran tersebut sedang berlayar menuju Kalamata di Yunani.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika SerikatGibraltarirantanker
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Lebih 4000 Orang Ditangkap Aparat India Sejak Pencaplokan Kashmir
Tulisan selanjutnya Utusan Malaysia Berhenti Terbit Cetak Maupun Online

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

Berita
18 Juli 2026 10:48
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?