Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Amerika Serikat Merasakan Dampak Krisis di Semua Bidang

Dija
Terakhir diupdate:
Dija
Dipublikasikan 19 Oktober 2011 14:28
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Pemimpin Bank Sentral AS (The Federal Reserve) Ben Bernarke mengatakan, Selasa (18/10/2011), bahwa krisis ekonomi baru-baru ini akan berdampak dalam dan lama terhadap seluruh sendi kehidupan negara Amerika Serikat.

“Krisis terlihat pasti memiliki dampak yang mendalam dan lama terhadap perekonomian, masyarakat dan politik kita,” kata Bernarke dalam pidatonya di Boston, Massachusetts.

“Lebih sulit dipisahkan lagi, namun kemungkinan berpengaruh penting dalam jangka panjang, adalah pengaruh krisis terhadap cara berpikir intelektual, termasuk bagaimana cara para ekonom menganalisa makroekonomi dan fenomena finansial,” katanya.

Menurut Bernarke, krisis sudah mempengaruhi teori dan praktek perbankan sentral moderen dan tidak diragukan lagi akan berlanjut seperti itu.

Dalam pidatonya, Bernarke membela kebijakannya dalam mengatasi “peristiwa historis”, yaitu krisis finansial bersamaan dengan resesi yang parah.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dalam menangani krisis, Bernarke menurunkan suku bunga Bank Sentral AS hingga mendekati nol pada bulan Desember 2008 dan terus melanjutkannya hingga saat ini. Bank Sentral juga meluncurkan dua putaran yang disebutnya kebijakan meringankan kuantitatif, yang artinya membeli obligasi pmerintah untuk menstimulasi ekonomi.

Pada bulan September lalu Bank Sentral AS mengumumkan mengubah 400 milyar dolar investasinya guna mencoba suku bunga rendah dalam jangka waktu lama. Hal itu diputuskan menyusul pengumuman pada bulan Agustus, yang mengatakan bahwa Bank Sentral AD akan mempertahankan suku bunga randahnya hingga paling tidak tahun 2013, dengan asumsi perekonomian masih lemah.

Bank Sentral AS dikritik oleh kalangan yang bependapat mempertahankan suku bunga rendah terlalu lama bisa memicu inflasi di kemudian hari.

Namun, Bernanrke bersikukuh bahwa perkiraan inflasi jangka panjang akan tetap rendah dan para bankir tidak seharusnya hanya memikirkan tujuan makroekonomi tradisional, seperti cukupnya lapangan kerja dan kestabilan harga, melainkan juga memikirkan tentang stabilitas keuangan.

Banyak pengamat yang menilai bahwa perekonomian Amerika Serikat akan kembali puih secara lambat, dan dibutuhkan waktu tiga hingga lima tahun untuk keluar dari Resesi Besar, yang secara resmi berakhir pada Juni 2009. Demikian Xinhua melaporkan, Rabu (19/10/2011).*

Redaktur: Dija
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mengutamakan Ibu Kita
Tulisan selanjutnya Maher Zain akan Hadir dalam Acara IBF 2012

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Produksi Minyak Iraq Diperkirakan Normal Dalam Dua Bulan

Berita
21 Juni 2026 14:19
Amerika Serikat Hentikan Pendanaan Program HIV di Afrika Selatan
Dua Ledakan di Jalan Raya Khyber Pakhtunkhwa Sedikitnya 7 Orang Tewas
Santri Tahfidz Ar-Riyadh Tampil pada Pembukaan Rapat Paripurna DPRD Bontang
Pesepakbola Paraguay Jadi yang Pertama Diusir dari Lapangan Piala Dunia karena Menutup Mulut

Terbaru

  • Taliban Melarang Penggunaan Ponsel Pintar oleh Aparat Pemerintah
  • Gegara Perang Iran Saudi Aramco Pertimbangan Perluasan Kapasitas Penyimpanan di Luar Negeri
  • ISIS Klaim Serangan di Aleppo yang Tewaskan 2 Tentara Suriah
  • Produksi Minyak Iraq Diperkirakan Normal Dalam Dua Bulan
  • Pakar Bilang Suplemen Harian Lebih Banyak Bahaya Dibandingkan Manfaat
  • Dicabut, Zelensky Kembalikan Medali Penghargaan dari Polandia
  • Pentagon Perlu $80 Miliar untuk Tutup Biaya Perang Iran dll
  • Dua Ledakan di Jalan Raya Khyber Pakhtunkhwa Sedikitnya 7 Orang Tewas
  • Pesepakbola Paraguay Jadi yang Pertama Diusir dari Lapangan Piala Dunia karena Menutup Mulut
  • Pengadilan Penjarakan Orang Tua dari Bocah Pelaku Penembakan di Sekolah Beograd Serbia 2023

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?