Hidayatullah.com–Empat hari sudah pemerintahan baru Mesir yang dipimpin oleh Kamal Al-Ganzuri dibentuk, yang mengambil sumpah di depan Dewan Militer. Namun hingga saat ini pemerintah yang baru tersebut masih tidak bisa masuk ke kantornya yang berada di dekat Lapangan Tahrir, karena dijaga oleh puluhan pemuda sebagai bentuk protes atas pemerintahan baru dan cara Dewan Militer menjalankan masa transisi ini.
Pembentukan pemerintahan baru ini dinilai cukup sulit, karena Al-Ganzuri membutuhkan waktu hampir dua minggu untuk menyelesaikannya. Setelah pelantikan, pemerintahan baru ini ternyata juga tidak serta merta diterima rakyat Mesir seluruhnya.
Puluhan pemuda terus menduduki jalan yang menuju kantor pusat pemerintahan. Mereka terus meminta agar Dewan Militer segera menyerahkan kekuasaan secara penuh kepada rakyat sipil, serta mengadili mereka yang bertanggungjawab atas tewasnya 30 pemuda di jalan Muhammad Mahmud bulan lalu.
Para demonstran yakin bahwa Dewan Militer telah berusaha untuk memperpanjang masa transisi yang awalnya dijanjikan tidak lebih dari enam bulan.
Mereka juga menilai bahwa pemerintahan sekarang tidak mewakili aspirasi rakyat, salah satunya karena Perdana Menteri Al-Ganzuri juga merupakan mantan perdana menteri rezim Mubarak.