Hidayatullah.com–Pada 21 Desember lalu, seorang pria asal Breda, daerah di selatan Belanda, melaporkan Kardinal Ad Simonis berbohong dibawah sumpah kepada polisi.
Dilansir oleh Radio Nederland (04/01/2012), pria itu mengatakan bahwa kardinal Simonis berbohong di pengadilan Middelburg satu tahun silam, saat ia mengatakan tidak tahu-menahu tentang adanya pencabulan anak-anak oleh para rohaniwan Katolik.
Kardinal Ad Simonis menjabat sebagai Uskup Agung Utrecht dari tahun 1983 hingga 2006.
Pria yang mengaku pernah dicabuli oleh seorang pendeta Salesian itu mendatangi polisi, setelah hasil laporan Komisi Deetman yang menyelidiki kasus pencabulan anak-anak di Gereja Katolik Belanda diumumkan.
Di sebuah situs internet pria itu menulis, “Saya yakin bahwa Simonis memang benar-benar mengetahui pencabulan terhadap anak-anak, tetapi tidak mengatakan demikian saat sidang. Dia juga mengetahui tentang hal itu, saat pencabulan terjadi.”
Kardinal Simonis tercatat mengatakan bahwa ia dapat mengingat tentang sepuluh kasus pencabulan anak-anak oleh para pendeta Katolik. Namun, Komisi Deetman menemukan bahwa kemungkinan terjadi lebih banyak kasus daripada yang disebutkan Simonis. Dan meskipun Simonis tidak melakukan kontak dengan korban atau pelaku, tetapi ia diyakini memang mengetahui pencabulan itu terjadi.*