Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Lagi, karena Seks dan Alkohol Jenderal Amerika Dicopot Jabatannya

Ama Farah
Terakhir diupdate: 6 April 2013 10:09 10:09 am
Ama Farah
Dipublikasikan 6 April 2013 10:09
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Seorang anggota militer Amerika Serikat berpangkat mayor jenderal yang sedang menghadapi tuntutan terkait skandal seks dan minuman beralkohol, akhirnya dipecat dari kedinasannya di US Africa Command.

Mayjen AD Ralph Baker, komandan pasukan gabungan di Tanduk Afrika, resmi dibebaskan dari tugasnya pada 28 Maret 2013. Para pejabat militer mengatakan, alasan pencopotan Baker adalah karena militer AS sudah kehilangan kepercayaan terhadap kemampuan Baker untuk menjadi komandan.

Namun menurut laporan Associated Press yang dikutip Russia Today (5/4/2013), Baker dipecat karena tersangkut kasus pelecehan seksual dan perilaku buruk, yang mana para pejabat dilarang untuk mengungkapkannya ke publik.

Sejak diberhentikan oleh pimpinan US Africa Command Jenderal Carter Ham, Baker sudah kembali ke Washington DC, di mana dia melakukan tugas sementara sebagai asisten khusus wakil pimpinan Angkatan Darat AS. Posisi asisten khusus semacam itu seringkali diisi oleh para perwira tinggi berpangkat jenderal yang sedang menjalani pemeriksaan tindak kriminal, atau mereka yang menunggu lowongan di tempat tugas baru.

Baker sudah menggugat pencopotannya ke Menteri Pertahanan Chuck Hagel, dengan harapan bisa ditempatkan lagi di Afrika. Para pejabat yang tidak mau disebutkan namanya dan tahu mengenai kasus Baker, kepada Associated Press mengatakan, gaji Baker sudah dipotong dan hal ini juga menjadi materi banding yang diajukan Baker. Para pejabat itu yakin, Hagel kemungkinan lebih cenderung memberikan hukuman finansial kepada Baker, tetapi pada saat yang sama sepertinya tidak mungkin akan membatalkan keputusan yang sudah dikeluarkan Jenderal Ham, yang merupakan komandan senior atasan Baker.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sejak bulan Mei lalu, Baker ditugaskan sebagai pimpinan satuan tugas yang berlokasi di Kamp Lemmonier di Djibouti.

Jenderal bermasalah

Berbagai kasus menjerat para petinggi militer Amerika Serikat yang bertugas di Komando Afrika.

Sebelumnya, pendahulu Ham, Jenderal AD William ‘Kip’ Ward diturunkan pangkatnya dari bintang empat menjadi bintang tiga. Pasalnya, pihak penyelidik mendapati Ward menyalahgunakan uang negara dan “hidup bermewah-mewahan.”

Namun, yang paling banyak adalah kasus yang berkaitan dengan hasrat seksual para personel militer AS, sebuah masalah umum yang kerap dikeluhkan oleh wakil-wakil rakyat di parlemen.

Bulan lalu contohnya, para korban pelecehan seksual oleh para petinggi militer bersaksi di sidang komite Senat AS. Salah seorang korban, mantan sersan AD Rebekah Havrilla mengatakan, pemerkosanya tidak pernah menghadapi tuntutan hukum, meskipun pelaku mengambil gambar foto saat dirinya diperkosa dan menggunggahnya ke situs pornografi.

“Sistem peradilan kriminal militer bobrok,” kata Havrilla di depan para wakil rakyat.

Penelitian oleh Departemen Urusan Veteran tahun 2012 menemukan, hampir separuh dari semua wanita AS yang ditugaskan ke Iraq dan Afghanistan mengatakan bahwa mereka dilecehkan secara seksual. Bahkan hampir seperempatnya mengaku mengalami serangan seksual.

Baker hanyalah satu dari sekian banyak kasus terbaru para perwira militer AS yang diberhentikan dari jabatannya atau sedang dibawah penyelidikan karena perilaku bejat seksualnya.

Kasus pelanggaran seksual di kalangan miiter Amerika Serikat pertahun jumlahnya mencapai belasan ribu. Namun, sebagian besar tidak diproses hukum dan bahkan ditutup-tutupi oleh atasan pelaku. Seperti kasus Letjen AU Craig Franklin misalnya, yang membatalkan hukuman atas pelaku kejahatan seksual di lingkungan angkatan udara Letkol James Wilkerson. Tindakan Franklin yang melindungi anak buahnnya itu menimbulkan kemarahan para wakil rakyat. [Baca juga berita sebelumnya: Ribuan Kejahatan Seksual Militer Amerika Tidak Diproses Hukum]

Hagel belum lama ini memerintahkan agar keputusan Franklin dikaji ulang, namun dia belum membuat pernyataan terkait kasus Baker.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Rusia Tidak Jadi Buka Pangkalan di Afghanistan
Tulisan selanjutnya Pakai Rok Panjang dan Bandana, Siswi Muslim Prancis Disingkirkan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Jelang Pemilu ‘Israel’, Trump Dukung Netanyahu Terpilih Kembali

Berita
20 Oktober 2026 21:55
19 Orang Tewas Akibat Berdesakan saat Festival Hindu Durga Puja India
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
Terus Langgar Gencatan Senjata, Serangan ‘Israel’ Bunuh 4 Warga Palestina
Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta

Terbaru

  • Terus Langgar Gencatan Senjata, Serangan ‘Israel’ Bunuh 4 Warga Palestina
  • Sepakati ‘Badr’, Indonesia Perkuat Kerjasama Pertahanan dengan Turki, Qatar dan Pakistan
  • Jelang Pemilu ‘Israel’, Trump Dukung Netanyahu Terpilih Kembali
  • Iran Sebut Puluhan Pesawat Maskapai Nasional Hancur dalam Serangan AS-Israel
  • Jutaan Dolar Dana Nasabah Syariah HSBC Diduga Mengalir ke Perusahaan Senjata terkait ‘Israel’
  • 60 Ribu Anak Palestina Jadi Yatim Akibat Perang Genosida Zionis ‘Israel’
  • Makin Banyak Pemukim ‘Israel’ yang Hindari Wajib Militer, Jumlahnya Tembus 110.000
  • 19 Orang Tewas Akibat Berdesakan saat Festival Hindu Durga Puja India
  • Halal Ditunda, Kepastian Dipertaruhkan?
  • Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?