Hidayatullah.com–Presiden Francois Hollande Selasa (18/2/2014) mengatakan, Prancis “berutang” pada tentara Muslim yang tewas dalam Perang Dunia I dan ikut berjuang dalam pertempuran sengit melawan rasisme dan diskriminasi .
Hollande menyampaikan hal itu dalam upacara di masjid utama Paris, yang ia kunjungi untuk pertama kalinya sejak terpilih sebagai Presiden pada tahun 2012 .
“Prancis tidak akan pernah melupakan darah yang dikorbankan tentara Muslim,” kata Hollande, menjelang peringatan yang direncanakan akhir tahun ini untuk menandai peristiwa 100 tahun dimulainya perang dunia.
Sekitar 600.000 tentara dari koloni Perancis ikut ambil bagian dalam perang 1914-1918 dan sekitar 70.000 Muslim tewas, menurut angka yang dirilis oleh Kementerian Pertahanan pada tahun 2010.
Prancis memiliki populasi Muslim tertinggi di Eropa Barat, diperkirakan sekitar lima juta. Namun hubungan kadang-kadang tegang setelah pemerintah mengundang-undangkanseperti pelarangan cadar di depan umum.
Islam adalah “keserasian yang sempurna dengan nilai-nilai Prancis,” kata Hollande, dilansir AFP. “Penghormatan ini merupakan sesuatu yang seharusnya,” katanya lagi.
Ia mendesak untuk diakhiri dan melawan upaya diskriminasi, ketidakadilan, rasisme serta ucapan dan tindakan-tindakan anti-Muslim.*