Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Akan Mengamandemen Perjanjian Camp David, Pengacara Mesir Nyapres

Ama Farah
Terakhir diupdate: 7 April 2014 11:34 11:34 am
Ama Farah
Dipublikasikan 7 April 2014 11:34
Bagikan
Mortada Mansour.
Bagikan

Hidayatullah.com—Pengacara Mesir yang dikenal bersuara vokal dan dianggap kontroversial, Mortada Mansour, hari Ahad (6/4/2014) mengumumkan ikut mencalonkan diri sebagai presiden dalam pemilihan mendatang.

Dalam konferensi pers yang digelarnya, Mansour mengatakan bahwa dia mencalonkan diri untuk mengembalikan “ketertiban” di Mesir, lansir Ahram Online.

“Mesir sekarang ini sedang berada di dalam lorong gelap, kita perlu mengembalikan ketertiban dan hukum,” ujarnya.

Bicara mengenai rencana program kerjanya jika terpilih, Mansour berkata akan mengakhiri semua aksi mogok dan protes di negeri itu.

“Tidak ada kesempatan untuk protes-protes atau orang menutup pabrik sepanjang tahun. Orang-orang seperti itu patutnya dipenjara,” ujarnya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sebagaimana diketahui, selama tiga tahun terakhir pergelutan politik, perekonomian Mesir yang sudah buruk di akhir era Mubarak semakin terpuruk dengan banyaknya aksi mogok massal baik di kalangan buruh maupun pegawai negeri.

Pengacara itu juga akan meminta konstitusi diamandemen.

“Konstitusi itu mengubah presiden dan seorang diktator ke sosok yang lemah yang berbagi kekuasaan dengan perdana menteri. Presiden seharusnya punya kekuasaan penuh.”

Mansour juga mengatakan bahwa dia ingin agar perjanjian Camp David dengan Israel diamandemen.

“Israel seharusnya menghormati dirinya sendiri dan berhenti mengirimi kita narkoba dan mata-mata,” ujarnya, merujuk pada tuduhan belum lama ini yang mengatakan orang Mesir menjadi mata-mata bagi dinas intelijen Israel, Mossad, dan juga menyelundupkan narkoba di wilayah Mesir dan Israel.

“Tentara seharusnya ditugaskan secara penuh di Sinai tanpa ada pembatasan,” tegasnya.

Berdarkan perjanjian Camp David, Mesir hanya boleh menugaskan personel militernya di daerah-daerah tertentu di Sinai.

Dalam kesempatan itu, Mansour menyinggung soal Qatar. Dia bilang, Mesir yang seukuran singa tidak boleh diancam oleh negara seukuran semut seperti Qatar.

Mansour, yang putranya Amir menikah dengan kerabat dari mendiang pemimpin Libya Muammar Qadhafi, menyebut aksi rakyat Libya tahun 2011 itu bukanlah sebuah revolusi.

Dia menyalahkan keluarga Kerajaan Qatar atas ketegangan yang saat ini terjadi di Libya. “Orang Mesir, baik Muslim maupun kristen, dibantai, dan perdana menteri Libya diculik,” ujarnya.

Mansour merupakan satu dari beberapa tokoh dari era Husni Mubarak yang dituding menjadi otak Pertempuran Unta, di mana sekelompok pro-Mubarak dengan mengendarai hewan-hewan unta dan kuda menerobos Lapangan Tahrir pada 2 Februari 2011 dan menyerang para pengunjuk rasa sehingga 11 orang tewas, serta ratusan lainnya luka-luka.

Pada tahun 2012, dakwaan terhadap Mansour dan 24 tokoh era Mubarak sebagai penyulut aksi kekerasan itu dicabut.

Meskipun secara terang-terangan mengakui bahwa pemerintahan Husni Mubarak dipenuhi dengan korupsi, namun Mansour mengaku tetap memandang mantan komandan angkatan udara itu sebagai pahlawan Mesir dalam perang melawan Israel tahun 1973.

Bicara soal kebebasan beragama, Mansour mengatakan dia mendukung kebebasan orang untuk memilih agama yang dianutnya, tetapi terbatas pada tiga agama, yaitu Islam, Kristen dan Yudaisme.

“Saya tidak terima ada Baha’i atau atheis di Mesir,” katanya. “Kalau mau jadi atheis, maka lakukan itu di kamar mandimu,” tegasnya.

Hal yang sama berlaku dalam masalah seni. Mansour mengakui kebebasan berekspresi di bidang kesenian, tetapi dia akan memberlakukan sensor yang ketat terhadap filim dan pertunjukan seni lain guna mencegah terjadinya kejahatan dan pelecehan seksual dalam masyarakat.

Mansour pernah menggugat pembuat film Raafat El-Mihi karena dianggap melecehkan peradilan di Mesir lewat komedi hitamnya Al-Avokato (Sang Advokat) tahun 1984.

Terpilih memimpin klub sepakbola Zamalek untuk ketiga kalinya pada 28 Maret lalu, Mansour dikenal sebagai sosok kontroversial sejak tahun 1990an, baik dalam profesinya sebagai pengacara maupun dalam pernyataan-pernyataan publiknya.

Dalam program acaranya sendiri di stasiun televisi satelit Al-Fareen, Mansour mengecam banyak tokoh Revolusi 25 Januari. Saluran teleivisi itu sempat berhenti sejenak, tetapi kemudian mengudara lagi.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Mesir
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya SBY juga Khawatir bila jadi Presiden Jokowi akan Mudah Didikte
Tulisan selanjutnya Beredar Pendapat Syeikh Ibrahim ar Ruhaily soal Pemilu

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Berita
4 Juni 2026 11:00
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Terbaru

  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?