Hidayatullah.com–Seorang petugas bersenjata yang berdiri di luar sebuah sekolah di Florida tidak bertindak apa-apa ketika seorang bekas siswa melakukan serangan membabi buta, didakwa dengan dakwaan berlapis termasuk penelantaran anak dan sumpah palsu.
Scot Peterson, seorang sekuriti di Marjory Stoneman Douglas High School, tidak bergerak masuk lingkungan sekolah untuk mengejar pelaku. Dia kemudian memgundurkan diri.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebutnya “pengecut” karena tidak bertindak.
Peterson berdalih dia tidak mengetahui dari mana suara tembakan berasal.
Tujuh belas siswa tewas dalam pembantaian di sekolah yang terletak di distrik Parkland pada 14 Februari 2018. Pelakunya adalah bekas murid sekolah tersebut, yang bernama Nikolas Cruz. Pemuda berusia 19 tahun itu didakwa dengan 17 pembunuhan berencana. Polisi mengatakan Cruz mengakui perbuatannya.
Tidak lama setelah itu, pihak berwenang merilis rekaman video yang menunjukkan Peterson menunggu di luar sekolah sementara penembakan terus terjadi.
Menyusul investigasi oleh Florida Department of Law Enforcement (FDLE), Peterson hari Selasa (4/6/2019) ditangkap dengan tuduhan 7 penelantaran anak, 3 tuduhan kelalaian pidana dan 1 tuduhan sumpah palsu.
Investigasi menunjukkan Peterson “sama sekali tidak melakukan apa-apa” untuk mencegah penembakan itu, kata Komisioner FDLE Rick Swearingen dalam sebuah pernyataan seperti dikutip BBC.
“Saya sangat geram. Saya muak melihat dia sama sekali tidak melangkah masuk,” kata Broward County Sheriff Scott Israel, seraya menambahkan seharusnya Peterson masuk ke lingkungan sekolah dan membunuh pelaku.
Peterson bersikukuh mengatakan bahwa ketika itu dirinya yakin suara tembakan berasal dari luar sekolah.
“Saya salah sangka,” katanya saat diwawancarai NBC. Namun dia juga berkata, “Mereka itu anak-anak saya. Saya pasti tidak akan duduk diam dan membiarkan mereka dibantai.”*