Hidayatullah.com—Perdana Menteri Inggris David Cameron mendapatkan sorotan dari banyak pihak setelah mengatakan bahwa dirinya tidak akan mencalonkan diri untuk jabatan PM yang ketiga kalinya, padahal pemilu untuk periode keduanya saja belum dilakoni.
Dilansir Euronews Rabu (25/3/2015), dalam wawancara dengan BBC enam pekan sebelum pemilihan umum David Cameron mengatakan secara spontan bahwa dirinya tidak akan menjadi perdana menteri untuk periode ketiga dan akan turun dari jabatannya sebelum tahun 2020.
“Anda tahu, ada banyak talenta di sini. Saya dikelilingi oleh orang-orang yang sangat baik,” kata Cameron. “Saya pernah mengatakan saya akan menjalani periode kedua secara penuh, tetapi menurut saya setelah itu adalah waktunya untuk kepemimpinan baru,” imbuhnya, seraya menambahkan bahwa menjabat untuk periode ketiga menurutnya agak terlalu berlebihan.
Pernyataan Cameron, yang menjabat perdana menteri Inggris sejak tahun 2010, mengundang beragam komentar dari media dan para kolumnis. Sebagian ada yang menyebut pernyataan Cameron itu berani, tetapi aneh. Ada pula yang mengatakan terlalu percaya diri, mengingat periode kedua belum terpilih. Serta ada pula yang mengatakan bahwa komentar Cameron justru merusak kredibilitas perdana menteri itu sendiri, sebab jauh-jauh hari sudah menyatakan mundur dari pemilu.*