Hidayatullah.com–Parlemen Pakistan menolak keterlibatan militer di koalisi pimpinan Arab Saudi untuk memerangi pemberontak Syiah Al Hautsi (Syiah Al-Houthi) di Yaman, setelah beberapa hari melakukan perdebatan.
Para pembuat undang-undang secara bulat mendukung resolusi “Pakistan harus tetap netral” di Yaman dikutip BBC.
Hari Jumat (10/04/2015) parlemen Pakistan secara mufakat mengesahkan resolusi untuk bersikap netral terkait konflik di Yaman. Langkah ini menanggapi permintaan Arab Saudi agar Pakistan ikut dalam koalisinya untuk menumpas pemberontak Syiah Al Hautsi.
Resolusi itu disahkan seusai debat sengit selama lima hari karena banyak anggota parlemen yang menentang intervensi militer Pakistan di Yaman. Mereka khawatir langkah itu bisa menyulut ketegangan sektarian di dalam Pakistan dan mengganggu hubungan dengan tetangganya yaitu Iran, yang diduga membantu pemberontak Al Hautsi.
Pada hari Jumat, parlemen secara bulat meloloskan resolusi yang menyatakan keprihatinan serius mengenai situasi keamanan dan kemanusiaan yang memburuk di Yaman.
Menteri Keuangan Pakistan Ishaq Dar membacakan isi resolusi. “Parlemen Pakistan menghimbau semua pihak yang berperang di Yaman agar menyelesaikan sengketa mereka secara damai lewat dialog,” ujarnya dikutip BBC.
“Parlemen Pakistan memahami krisis di Yaman bisa memicu gejolak di kawasan. Parlemen Pakistan meminta pemerintah agar tetap netral terkait konflik di Yaman sehingga bisa memainkan peran diplomatik secara aktif untuk mengakhiri konflik ini.”
Parlemen, kata Dar, juga menegaskan lagi tekad pemerintah Pakistan untuk membela integritas wilayah Arab Saudi dari ancaman apapun.
“Parlemen Pakistan menyatakan dukungan kokoh bagi Arab Saudi dan menegaskan Pakistan akan berdiri bersama Arab Saudi dan rakyatnya jika ada pelanggaran apapun terhadap integritas wilayah Arab Saudi dan ancaman apapun terhadap tempat-tempat suci Islam,” katanya.
Arab Saudi meminta Pakistan, negara sekutunya, untuk menyumbangkan kapal, pesawat terbang dan pasukan dalam operasi militer terhadap Hautsi.
Menurut laporan media Yaman, jet-jet tempur Saudi menarget pangkalan udara al-Dailami di ibukota Sana’a pada Sabtu pagi (11/04/2015).
Hingga hari ini, serangan udara Arab Saudi ke Yaman terus berlanjut pada hari ke-18.
Serangan udara Saudi juga menghantam distrik al-Matma di provinsi Jawf, barat laut Yaman. Sementara itu, kota Aden juga menjadi target serangan terberat Saudi terberat sejak awal agresi.
Para warga setempat mengatakan serangan sempat menghancurkan stadion dan sejumlah pos pemeriksaan di kota itu.
Meskipun memiliki hubungan ekonomi, keagamaan dan militer dengan Arab Saudi, Pakistan juga memiliki perbatasan sepanjang 900 kilometer dengan Iran dan seperlima populasi penduduknya adalah Muslim Syiah.
Awal minggu ini, menteri luar negeri Iran mengunjungi Islamabad guna memastikan Pakistan tidak ikut dalam koalisi tersebut. Menteri itu mengadakan rapat dengan para pemimpin sipil dan militer dalam lawatan dua harinya.*