Hidayatullah.com—Menteri muda urusan imigrasi Belgia mendapat hujan kecaman setelah mengatakan bahwa para migran memiliki uang cukup untuk membayar kamar hotel atau biaya penginapan.
Eropa dua tahun terkahir menghadapi gelombang besar migran orang-orang Timur Tengah dan Afrika yang ingin mencari penghidupan lebih baik, karena negara mereka dilanda perang atau kemiskinan berkepanjangan.
Sekitar 2.300 orang mengajukan suaka di Belgia pada bulan Juni kemarin saja. Menurut catatan resmi, angka itu naik sepertiga dari bulan Mei. Pemerintah Belgia menawarkan diri untuk menampung 2.500 pengungsi lagi.
Ditanya perihal laporan media yang menyebutkan bahwa para migran terpaksa tidur di jalanan karena tidak ada cukup akomodasi untuk mereka, menteri muda Theo Francken, yang bertanggungjawab soal suaka dan imigrasi, mengatakan adalah salah jika mengira para migran itu miskin.
“Banyak dari orang-orang ini membayar 10.000 euro (sekitar US$11.000) supaya bisa ke sini. Naif, jika mengatakan mereka tidak punya 50 euro untuk membayar sebuah kamar hotel. Menggelikan, jika memandang mereka sebagai orang yang sama sekali tak punya uang,” kata Francken kepada lembaga penyiaran pemerintah Radio 1 seperti dikutip Reuters Rabu (5/8/2015).
Pernyataan Francken itu kontan mengundang kecaman dari banyak kalangan.
“Menurut saya komentarnya itu sinis dan sama sekali di luar topik,” kata seorang juru bicara untuk Vluchtelingenwerk Vlaanderen, sebuah organisasi peduli migran.
“Ini bukan soal apakah mereka masih memiliki sisa uang. Ini soal apakah pemerintah sudah menyediakan kebutuhan yang cukup untuk membantu orang-orang itu yang sudah tiba di sini,” kata wanita itu.
Ketika diminta komentar perihal kecaman-kecaman yang muncul terkait pernyataan Francken, seorang juru bicara untuk menteri muda itu mengatakan bahwa kementerian “sedang terus bekerja dan mencari solusi,” dan tidak akan memberikan komentar di luar apa yang sudah di katakan di radio.*