Hidayatullah.com—Sedikitnya 129 pengungsi ditemukan dalam sebuah truk berpendingin di perbatasan Bulgaria dengan Turki, lapor kantor berita resmi Bulgaria.
Truk tersebut dikendarai oleh seorang warganegara Turki yang berusaha memasuki Bulgaria lewat pos pemeriksaan Kapitan Andreevo di perbatasan dengan Turki, lapor kantor berita Sofia (SNA) Ahad (1/11/2015), seperti dilansir Aljazeera.
Para pengungsi itu ditemukan tanpa dokumen identitas, mereka terdiri dari 38 pria, 33 wanita dan 58 anak-anak.
Sopirnya telah ditahan, sementara identitas para pengungsi masih ditelusuri, lapor SNA.
Dalam laporan lainnya disebutkan pihak berwenang Bulgaria telah menahan sedikitnya 495 “orang asing pemukim ilegal dan 16 penyelundup” selama operasi gabungan besar-besaran digelar.
Polisi pekan lalu memeriksa sedikitnya 5.987 kendaraan dan 2.895 tempat, kata Kementerian Dalam Negeri Bulgaria.
Menurut badan urusan pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa, UNHCR, sejak Januari lalu sedikitnya 13.000 pencari suaka menempuh jalur melalui Bulgaria untuk mencari tempat tinggal yang aman di Eropa.
Bulgaria mengatakan akan menambah panjang pagar yang saat ini membentang di sepanjang perbatasannya dengan Turki menjadi 160 kilometer, dari yang ada sekarang 50 kilometer. Pagar pembatas itu dikawal oleh penjaga bersenjata dan dilengkapi perangkat pengawas berteknologi tinggi.
Bulgaria memiliki enam tempat penerimaan imigran pencari suaka, dengan jumlah total tempat tidur 5.130. Namun, sekarang pusat-pusat penampungan pengungsi itu hanya terisi 70-80 persen dari kapasitasnya.
UNHCR mengatakan, seorang penyelundup dibayar sekitar $6.700 untuk mengantar para pengungsi melintas perbatasan memasuki wilayah Bulgaria.
“Biaya itu lebih mahal dibanding perjalanan penuh resiko menyeberangi laut menuju Eropa, yang tahun ini setidaknya telah merenggut nyawa 3.135 orang,” tulis UNHCR dalam laporan terbarunya.*