Hidayatullah.com–Pada saat mesin-mesin perangnya terus menyalak di negara-negara Islam yang tentu saja menghabiskan biaya besar, ternyata hampir 40 persen tenaga kerja Amerika Serikat menganggur selama lebih dari enam bulan. Hal ini menyebabkan Ketua Federal Reserve, Ben Bernanke, pada Selasa (30/11) memperingatkan tingginya tingkat pengangguran tersebut.
Ia menyebut, pengangguran saat ini bisa menjadi berurat berakar dan memiliki “efek yang sangat jangka panjang” pada ekonomi Amerika Serikat.
Dia menggambarkan penciptaan lapangan kerja sebagai “mungkin merupakan masalah ekonomi yang paling penting dihadapi Amerika Serikat saat ini.” Bernanke memperingatkan mengenai risiko pengangguran jangka panjang itu dalam debat di Ohio.
“Ini sangat tidak biasa dan sangat mengkhawatirkan,” kata Bernanke, memperingatkan bahwa pekerja bisa menjadi terpisah dari tenaga kerja dan keterampilan bisa terkikis dari waktu ke waktu.
“Ini bisa memiliki efek yang sangat panjang pada upah orang, pada mereka yang mempekerjakan,” kata Bernanke.
Dia menambahkan, perekonomian terbesar di dunia itu tidak tumbuh cukup cepat untuk menangani masalah itu.
The Fed telah memperkirakan pertumbuhan produk domestik bruto akan mencapai 2,4-2,5 persen tahun ini.
Tingkat pengangguran masih terjebak di 9,6 persen pada Oktober untuk tiga bulan berturut-turut.
Berminggu-minggu setelah Fed mengumumkan langkah kontroversial untuk mencetak 600 miliar dolar dengan harapan memperkuat perekonomian, Bernanke mengatakan keyakinan perlu ditingkatkan dan pengangguran harus dikurangi. [ant/hidayatullah.com]