Hidayatullah.com–Gerakan Perlawanan Islam (Harakah Muqowamah Islamiyah/HAMAS) menyesali kegagalan Dewan Keamanan PBB yang tak mengutuk kejahan penjajah Israel terhadap warga Palestina yang tidak bersenjata, dalam Long March “Kembali ke Palestina” yang terjajah pada hari Jumat.
Gerakan perlawanan Palestina itu juga mengutuk posisi AS yang mempengaruhi pembatasan Resolusi PBB yang mendukung Palestina.
“Kebijakan bias AS terhadap pendudukan Israel hanya akan memberikan perlindungan (kepada Israel) untuk melakukan lebih banyak kejahatan terhadap warga sipil Palestina yang tidak berdosa,” katanya dalam sebuah pernyataan.
Mereka juga menekankan perlunya upaya yang lebih besar untuk “mendukung hak-hak orang Palestina dan menggagalkan semua kebijakan yang mendukung pendudukan Israel.”
Dewan Keamanan pada hari Jumat mengadakan sidang darurat atas proposal Kuwait setelah 17 warga Palestina gugur dari serangan penjajah Israel selama protes damai di Jalur Gaza.
Dikutip Kantor Berita Aljazeera, Amerika Serikat menentang draf yang diajukan Kuwait atas nama Kelompok Arab, sehingga mencegah dikeluarkannya pernyataan dari DK PBB.
Kuwait berusaha agar DK PBB mengeluarkan pernyataan dalam sidang yang digelar pada hari Jum’at lalu terkait aksi pembantaian Israel tersebut, namun pihak Washington menentangnya dan menyerukan Kuwait untuk menggelar sidang terbuka di tingkat delegasi.
Baca: [FOTO] Tertangkap Kamera, Bocah Palestina Menjadi Simbol Perjuangan
“Ini bukan pertama kalinya Washington mencegah kecaman terhadap Israel di DK PBB,” ungkap koresponden Aljazeera. Sikap AS semakin kuat sejak Duta Besar AS untuk PBB Nicky Healy mengambil alih tugasnya.
Draf yang digagalkan Washington ini mengungkapkan kekhawatiran yang sangat dari DK terhadap situasi di perbatasan Gaza dan menegaskan hak proter damai. Draf ini juga menyayangkan korban jiwa meninggal dari warga yang tidak berdosa, serta menyerukan untuk dilakukan investigasi atas peristiwa hari Jum’at di Gaza tersebut.
Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengumumkan hari berkabung nasional pada hari Sabtu, menurut kantor berita resmi WAFA.*