Hidayatullah.com—Kelompok Al-Shabab membantah klaim Departemen Pertahanan Amerika Serikat yang menyebutkan lebih dari 150 anggota kelompok bersenjata di Somalia itu berhasil dibunuh dalam serangan udara.
Hari Senin (7/3/2016), Washington mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan beberapa kali serangan udara atas kamp pelatihan Raso di wilayah selatan Somalia yang menewaskan lebih dari 150 militan yang berafiliasi dengan Al-Qaidah itu.
“Amerika mimpi. Kami tidak pernah mengumpulkan pejuang kami sebanyak itu dalam satu tempat. Kami paham situasi keamanan,” kata Abdulaziz Abu Musab yang menjadi juru operasi militer bicara Al-Shabab kepada Aljazeera lewat telepon hari Selasa (8/3/2016).
“Benar serangan itu terjadi dan itu terjadi di lokasi yang mereka sebutkan, tetapi jumlah [korban] yang mereka katakan kepada dunia adalah bohong,” kata Musab.
Al-Shabab memerangi pemerintah Somalia yang diakui legitimasinya oleh dunia internasional. Belum lama ini kelompok itu menyerang pangkalan militer pasukan perdamaian Uni Afrika, AMISOM.
Amerika Serikat melancarkan serangan udara pada hari Sabtu lalu pukul 14:00 GMT atas sebuah kamp yang terletak sekitar 130 km dari bandara Belidogle di kawasan Shabelle Bawah. Di Belidogle terdapat markas pasukan AMISOM dan juga Amerika Serikat.
“Para pelaga (fighters) itu berlatih di sana dan dilatih untuk melakukan serangan berskala besar … Kami mengetahui mereka akan berangkat dari kamp itu dan mereka merupakan ancaman bagi pasukan AS dan [Uni Afrika],” kata juru bicara Pentagon Kapten Jeff Davis.
“Itu adalah operasi udara. Dalam serangan awal lebih dari 150 teroris berhasil dienyahkan,” kata Davis.
Daerah yang dikuasai Al-Shabab dikabarkan sudah banyak berkurang, tetapi kelompok bersenjata itu masih terus melakukan serangan-serangan. Al-Shabab dipukul mundur dari ibukota Mogadishu pada Agustus 2011.*