Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pemuda Tewas Dihajar Neo-Nazi, Ribuan Orang Menentang Rasisme di Finlandia

Ama Farah
Terakhir diupdate: 25 September 2016 06:39 6:39 am
Ama Farah
Dipublikasikan 25 September 2016 05:59
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Sekitar 15.000 orang menyemut di Helsinki guna melakukan unjuk rasa menentang rasisme dan kekerasan ekstrimis sayap kanan. Aksi protes tiu dipicu oleh kematian seorang pemuda yang dikabarkan diserang oleh kelompok neo-Nazi.

Perdana menteri dan seorang mantan presiden Finlandia bergabung bersama ribuan orang di berbagai daerah di Finlandia hari Sabtu (24/9/2016) sebagai bagian dri demonstrasi besar-besaran menentang kekerasan, rasisme dan fasisme, lapor Deutsche Welle.

Di Helsinki, lewat Twitter polisi mengatakan, sekitar 15.000 orang ambil bagian dalam demonstrasi itu. Sementara ribuan lainnya mengikuti aksi protes serupa di berbagai kota di Finlandia.

“Orang-orang keluar untuk alasan yang benar, karena meningkatnya kekerasan ekstrimisme menjadi keprihatinan kebanyakan rakyat Finlandia,” kata PM Juha Sipila kepada radio Finlandia YLE.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sipila bergabung dengan para demonstran di pusat kota Kuopio dan berjanji pemerintahnya segera akan memberlakukan kebijakan baru untuk mengatasi masalah kelompok-kelompok ekstrimis.

Peserta unjuk rasa di Helsinki merayap di jalan-jalan ibukota sambil meniupkan peluit dan membawa balon-balon berwarna hijau serta spanduk bertuliskan menentang Nazisme.

Unjuk rasa tandingan dengan slogan “Tutup Perbatasan!” dengan jumlah peserta lebih sedikit juga digelar di kota itu, tetapi polisi berhasil memisahkan kedua kelompok berseberangan itu dan dikabarkan tidak terjadi bentrokan di antara mereka.

Unjuk rasa di Helsinki, yang kemudian menginspirasi kota lainnya, diselenggarakan oleh sebuah kelompok di Facebook yang memakai slogan “Cukup Sudah” menyusul kematian pemuda berusia 28 tahun benarma Jimi Karttunen.

Awal bulan ini, Karttunen dikabarkan meludah di depan kelompok neo-Nazi yang sedang menggelar unjuk rasa anti-imigrasi di Helsinki. Dia kemudian ditendang di bagian dada dan disungkurkan ke tanah sehingga kepalanya terbentur. Karttunen meninggal dunia akibat luka-lukanya pada 16 September.

“Kekerasan esktrimis sayap kanan semakin menjadi-jadi dan seseorang yang bernyali berani melawannya dengan taruhan nyawa,” tulis kelompok penyelenggara demonstrasi anti-rasisme itu di laman Facebook.

Seorang pemuda berusia 26 tahun bernama Jesse Torniainen, seorang pemimpin gerakan neo-Nazi yang terkenal, telah dijebloskan ke dalam tahanan dengan tuduhan melakukan serangan, serta pembunuhan tidak sengaja dengan kekerasan. Torniainen, tokoh sentral Gerakan Perlawanan Finlandia, membantah semua tuduhan tersebut.

Tarja Halonen, mantan presiden Finlandia, menyampaikan pidato dalam unjuk rasa kemarin itu, yang diakhiri dengan mengheningkan cipta guna mengenang Jimi Karttunen.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ulama Apresiasi Aceh Raih 3 Kategori Terbaik Wisata Halal Nasional
Tulisan selanjutnya Angkatan Muda Malaysia – KAMMI Siap Bekerja Sama dalam Isu ASEAN

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Berita
14 Juli 2026 15:30
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

Terbaru

  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?