Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Presiden Afganistan dan Hizbul Islam Sepakati Perjanjian Damai

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 30 September 2016 11:19 11:19 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 30 September 2016 11:19
Bagikan
Presiden Afghanistan Ashraf Ghani telah menandatangani perjanjian damai dengan Gulbuddin Hekmatyar, pemimpin kelompok Hizbul Islam
Bagikan

Hidayatullah.com–Presiden Afghanistan Ashraf Ghani telah menandatangani perjanjian damai dengan Gulbuddin Hekmatyar, pemimpin kelompok Hizbul Islam, sebagai jaminan agar partainya dikeluarkan dari daftar hitam teroris oleh PBB dan Amerika Serikat.

Gulbuddin Hekmatyar menandatangani kesepakatan pada Jumat itu melalui panggilan video yang dihubungkan ke istana kepresidenan di Kabul. Upacara tersebut disiarkan secara langsung di televisi.

Kesepakatan tersebut membuka jalan bagi Hekmatyar, yang saat ini memimpin sebagian besar kelompok Hizbul Islam tetapi telah bersembunyi selama bertahun-tahun, untuk membangun kembali potensi politik meskipun mempunyai sejarah kejahatan perang.

Tetapi para pengamat mengatakan kesepatakan tersebut menunjukkan suksesnya 15 tahun tawar-menawar dalam bernegosiasi damai dengan kelompok Islam di Afghanistan, dan dilakukan  sebagai sebuah dorongan bagi Presiden Ashraf Ghani dalam menghadapi konferensi bantuan pembangunan di Brussels minggu depan.

“Sekaranglah waktunya bagi Taliban apakah akan melanjutkan perang atau berdamai,” kata Ghani ketika menandatangani kesepakatan itu di istana kepresidenan di Kabul seperti dikutip Aljazeera, Kamis (29/09/2016).

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Menjelang penandatangan, keamanan di Ibu Kota Afghanistan itu diperketat. Jalan menuju istana kepresidenan ditutup.

Kepala eksekutif Abdullah Abdullah, mantan presiden Hamid Karzai, delegasi dari Hizbul Islam dan politisi lain juga terlihat menghadiri upacara tersebut.

Itu merupakan perjanjian damai pertama pemerintah Afghanistan yang selesai sejak perang dengan Taliban dimulai pada tahun 2001, menandakan sebuah kemenangan simbolis perjuangan Kabul dalam menghidupkan kembali perundingan dengan kelompok militan.

Kesepakatan tersebut juga disambut hangat oleh masyarakat internasional dianggap sebagai sebuah perbandingan akan mungkinnya melakukan perjanjian damai dengan Taliban di masa yang akan datang.

Setelah sanksi-sanksi dicabut, Hekmatyar diharapkan dapat kembali ke Afghanistan setelah 20 tahun berada di pengasingan. Dia diyakini berada di Pakistan.

Kepala delegasinya di Kabul, Amin Karim, mengatakan hal tersebut dapat terjadi dalam beberapa minggu.

Hekmatyar menyatakan ucapan selamat pada pemerintah dan “semua rakyat Afghanistan yang menginginkan perdamaian dan stabilitas di wilayah itu” setelah dia menandatangani salinan perjanjian damai itu melalui sambungan video.

“Aku berdoa agar negara kita dapat berdaulat dan merdeka, serta bangsa kita yang tidak bersalah dan diselimuti perang ini dapat mengakhiri pertempuran dan ketidakamanan saat ini, dan juga terjadinya persatuan,” kata dia.

Hekmatyar merupakan seorang komandan anti-Soviet terkemuka pada tahun 1980an yang dituduh membunuh ribuan orang di ibukota Afghanistan itu selama perang sipil 1992-1996.

Dia dipercaya bersembunyi di Pakistan, tetapi kelompoknya mengklaim bahwa dia masih berada di Afghanistan.

Perjanjian itu, yang memberinya kekebalan hukum, menjamin jalannya untuk kembali ke dunia politik seperti yang dilakukan komandan lain, seperti General Abdul Rashid Dostum, yang saat ini mernjadi wakil presiden pertama negara itu.

Di sisi lain, kesepakatan tersebut disesali oleh kelompok hak asasi manusia dan penduduk ibukota yang bertahan hidup setelah perang sipil, beberapa dari mereka melakukan turun ke jalan.

Kesepakatan itu disetujui pada Jumat tetapi pemerintah mengatakan hal itu tidak berlaku hingga ditandatangani secara resmi oleh Ghani dan Hekmatyar.

Beberapa tahun belakangan Hizbul Islam secara luas sudah tidak aktif, dan perjanjian itu mungkin tidak akan memberikan dampak langsung pada situasi keamanan di Afghanistan.

Minggu lalu pemerintah mengambil kesempatan itu untuk memperbarui penawaran mereka tentang perjanjian damai pada Taliban, yang terus-menerus menolak untuk terlibat dalam negosiasi dengan meningkatkan serangan terhadap rezim yang didukung Barat.*/ Nashirul Haq AR

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AfghanistanGulbuddin HekmatyarHizbul Islamperjanjian damaiPresiden Afghanistan Ashraf Ghani
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Presiden Dorong Ekonomi Syariah di Indonesia Terus Berkembang
Tulisan selanjutnya Jejak Ustmaniyah di Kosovo

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Berita
31 Mei 2026 05:45
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?