Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Syi’ah Iraq Ancam Perangi Pasukan AS

Dija
Terakhir diupdate:
Dija
Dipublikasikan 8 Agustus 2011 07:56
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Pemimpin kelompok Syi’ah Iraq Moqtada Al Sadr memperingatkan bahwa kehadiran tentara Amerika Serikat di Iraq setelah 2011 akan dihadapi oleh pasukan milisi bersenjata.

Pernyataan itu disampaikan Al Sadr dalam suratnya yang dipublikasikan hari Sabtu (06/8), setelah Baghdad setuju untuk melakukan pembicaraan dengan Amerika terkait misi pasukan Paman Sam di negara itu setelah tahun 2011.

“Kami akan memperlakukan siapapun yang tetap tinggal di Iraq sebagai penjajah yang harus dihadapi dengan perlawanan militer,” kata Sadr yang sering bolak-balik antara Iran dan Najaf.

“Pemerintah yang mengizinkan mereka [pasukan asing] tinggal, walaupun untuk latihan, adalah sebuah pemerintahan yang lemah,” tegas Al Sadr.

Kelompok Moqtada Al Sadr bulan lalu mengeluarkan ketentuan yang mengharuskan Inggris, Amerika Serikat dan Israel dipandang sebagai musuh. Oleh karena itu mereka harus dihadapi dengan perlawanan militer.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Hari Rabu lalu pemerintah Iraq telah menyatakan setuju untuk memulai negosiasi misi pasukan militer Amerika Serikat untuk melatih tentara Iran. Namun, masalah jumlah, masa tugas dan kekebalan hukum personel pasukan AS belum ditentukan.

Hingga kini sekitar 47.000 personel militer AS masih berada di Iraq. Berdasarkan kesepakatan bilateral semua pasukan AS harus ditarik mundur dari Iraq paling lambat akhir tahun 2011.

Menurut para pejabat militer AS dan Iraq, pasukan keamanan negara 1001 malam itu sudah bisa menjaga keamanan dalam negeri. Tapi pertahanannya masih lemah di wilayah perbatasan, udara dan laut.

Kelompok Al Sadr punya 40 orang perwakilan di parlemen Iraq dan tujuh menteri dalam pemerintahan yang dipimpin Perdana Menteri Mouri Al Maliki.

Sebelum dibubarkan tahun 2008, Tentara Mahdi yang dipimpin Al Sadr beranggotakan 60.000 orang. Mereka sangat loyal kepada Moqtada Al Sadr.

Bulan Juli lalu, Al Sadr mengatakan tidak akan menghidupkan lagi Tentara Mahdi, karena dianggap sudah disusupi para kriminal.*

Redaktur: Dija
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hamas dan Fatah Sepakat Bebaskan Tahanan
Tulisan selanjutnya Bedah Buku “Kritik Evaluasi & Dekontruksi Gerakan Deradikalisasi”

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Berita
30 Mei 2026 13:05
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?